Breaking News:

Peringatan Hari Air Sedunia, Menko PMK Ingatkan Dampak BAB Sembarangan pada Akses Air Bersih

Ia menuturkan ada hubugan erat antara sanitasi dan air dengan pembangunan manusia dalam kesehatan dan peran melawan stunting.

Penulis: desi purnamasari | Editor: Abdul Qodir
TribunBanten.com/Desi Purnamasari
Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhad1jir Effendy berinteraksi dengan warga saat menghadiri peringatan Hari Air Sedunia ke-29 tingkat nasional di Bendungan Sindangheula di Desa Sindangheula, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang, Banten, Senin (22/3/2021).  

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Desi Purnamasari

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Peringatan Hari Air Sedunia ke-29 tingkat nasional dilaksanakan di Bendungan Sindangheula di Desa Sindangheula, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang, Banten, Senin (22/3/2021).

Peringatan Hari Air Sedunia ini dihadiri Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy, Wakil Menteri PUPR John Wempi Wetipo, Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy dan Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah.

Dalam sambutannya, Muhadjir mengatakan satu dari tiga rumah tangga di Indonesia belum memiliki akses air bersih dan satu dari lima rumah tangga masih buang air besar di ruang terbuka alias BAB sembarangan.

Pada tahun 2020, tercatat baru 90,31 persen rumah tangga memiliki akses air minum layak dan 20,69 persen memiliki air minum perpipaan.

Dan pada 2024, Indonesia menargetkan seluruh atau 100 persen rumah tangga di Indonesia harus sudah memiliki akses air bersih, 15 persen akses air aman, 30 persen air perpipaan, dan 10 juta sambungan air ke rumah tangga.

Baca juga: Bikin Geleng-geleng, 1.169 Keluarga di Kota Serang Masih Buang Air Besar di Kebun dan Sawah

Baca juga: Angka Stunting di Banten Turun Jadi 23 Persen, Menko PMK: di Bawah Rata-rata Nasional

Sementara, angka stunting masih 27,6 persen pada 2019 harus turunkan sampai 14 persen sesuai arahan presiden. Salah satu caranya dengan upayanya melalui percepatan air minum dan sanitasi aman terus dilakukan.

"Ini tugas tidak ringan bagi PUPR untuk merealisasikan target ini bisa terpenuhi," ujarnya.

Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhad1jir Effendy, Wakil Menteri PUPR John Wempi Wetipo, Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy dan Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah, menghadiri peringatan Hari Air Sedunia ke-29 tingkat nasional di Bendungan Sindangheula di Desa Sindangheula, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang, Banten, Senin (22/3/2021). 
Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhad1jir Effendy, Wakil Menteri PUPR John Wempi Wetipo, Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy dan Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah, menghadiri peringatan Hari Air Sedunia ke-29 tingkat nasional di Bendungan Sindangheula di Desa Sindangheula, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang, Banten, Senin (22/3/2021).  (TribunBanten.com/Desi Purnamasari )

Ia menuturkan ada hubugan erat antara sanitasi dan air dengan pembangunan manusia dalam kesehatan dan peran melawan stunting.

Baca juga: Bikin Kumuh, Pengunjung Buang Sampah Sembarangan di Bendungan Baru Pamarayan

Baca juga: Resmikan Bendungan Sindang Heula Banten, Jokowi Harap Bisa Jadi Destinasi Wisata Baru

Masyarakat jangan hanya berfikir memanfaatkan air, tapi yang lebih penting adalah bertanggung jawab pada kelestarian lingkungan.

Hak dan kewajiban ini harus dilakukan secara seimbang agar semua mahluk hidup dapat ikut menikamati air bersih.

Ia menekankan, buang air besar sembarangan dengan limbah yang tidak diolah dan tercampur dengan sumber air tanah ini dapat menyebabkan rusaknya keseimbangan lingkungan hingga sejumlah penyakit, seperti diare.

Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved