Breaking News:

Stunting di Kabupaten Serang Sempat 27 Persen, Ratu Tatu Kesulitan Ajak Warga Hidup Bersih & Sehat

Stunting tidak hanya dipengaruhi faktor keterbatasan ekonomi, tetapi juga karena pola asuh dan asupan gizi yang diperoleh oleh anak tersebut.

Penulis: desi purnamasari
Editor: Abdul Qodir
TribunBanten.com/Desi Purnamasari
Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah dan Menko PMK Muhadjir Effendy berinteraksi dengan ibu dan anak saat Peringatan Hari Air Sedunia di Bendungan Sindangheula di Desa Sindangheula, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang, Banten, Senin (22/3/2021). 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Desi Purnamasari

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Angka kasus stunting di Kabupaten Serang pada 2020 sempat menyentuh 27 persen. Namun, sejumlah upaya dilakukan berdampak turunnya angka kasus stunting di Kabupaten Serang menjadi 12,7 persen.

Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah menyebut menurunkan angka kasus stunting itu tidak mudah.

Sebab, ia bersama jajaran Pemkab Serang sempat kesulitan mensosialisasikan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) ke masyarakat di wilayahnya.

"Bahkan, kami membuat lomba kampung bersih dan sehat agar masyarakat mau dan turut ikut serat dalam memahami perlaku hidup sehat," ujar Ratu Tatu saat peringatan Hari Air Sedunia di Bendungan Sindangheula, Serang, Senin (22/3/2021).

Baca juga: Peringatan Hari Air Sedunia, Menko PMK Ingatkan Dampak BAB Sembarangan pada Akses Air Bersih

Baca juga: Angka Stunting di Banten Turun Jadi 23 Persen, Menko PMK: di Bawah Rata-rata Nasional

Menurutnya, hubungan sanitasi lingkungan dan air sangat erat hubungannya dengan pembangunan dan peran manusia dalam menjaga kesehatan dan perang melawan stunting.

Stunting merupakan kondisi gagal pertumbuhan pada anak (tubuh dan otak) akibat kekurangan gizi dalam waktu lama.

Stunting tidak hanya dipengaruhi faktor keterbatasan ekonomi, tetapi juga karena pola asuh dan asupan gizi yang diperoleh oleh anak tersebut.

Dari fakta di lapangan, masih banyaknya ibu hamil yang tidak mau hadir saat ada vaksinasi, imunisasi dan pemantauan gizi anak di program posyandu di masyarakat.

Baca juga: Bikin Geleng-geleng, 1.169 Keluarga di Kota Serang Masih Buang Air Besar di Kebun dan Sawah

Menurutnya, perlu adanya pembinaan dan sosialisasi akan pentingnya asupan gizi kepada ibu hamil.

"Karena usia 1000 hari yang dimulai dari 9 bulan kandungan dan 2 bulan menyusui ini dalam pembinan dan pengawasan ibu," jelasnya.

Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhad1jir Effendy berinteraksi dengan warga saat menghadiri peringatan Hari Air Sedunia ke-29 tingkat nasional di Bendungan Sindangheula di Desa Sindangheula, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang, Banten, Senin (22/3/2021). 
Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhad1jir Effendy berinteraksi dengan warga saat menghadiri peringatan Hari Air Sedunia ke-29 tingkat nasional di Bendungan Sindangheula di Desa Sindangheula, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang, Banten, Senin (22/3/2021).  (TribunBanten.com/Desi Purnamasari )

Sementara, saat ini sanitasi yang baik di Kabupaten Serang baru sekitar 37 persen.

"Untuk air bersihpun ini menjadi tugas kami selaku pemerintah daerah untuk terus melakukan upaya dalam mengatasinya," tuturnya. 

Peringatan Hari Air Sedunia ke-29 tingkat nasional dilaksanakan di Bendungan Sindangheula di Desa Sindangheula, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang, Banten, Senin (22/3/2021).

Peringatan Hari Air Sedunia ini dihadiri Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy, Wakil Menteri PUPR John Wempi Wetipo, Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy dan Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah.

Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved