Breaking News:

Kisah Alumni Brawijaya: Buat Kue Tradisional Khas Serang, Modal Rp 500 Ribu Untung Jutaan Rupiah

Aditya merintis usaha sejak September 2020. Sebelum membuka usaha, dia sempat mengerjakan proyek pembuatan abon ikan lele di sebuah pondok pesantren.

TRIBUNBANTEN/DESIPURNAMA
Kue tradisional khas Serang 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Desi Purnamasari

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Muhamad Aditya Dwi Saputra, alumni Universitas Brawijaya menceritakan kisah menjual kue tradisional.

Berawal dari kecintaan terhadap kue tradisional, pria berusia 24 tahun itu membuka usaha kue berbagai kreasi.

Aditya merintis usaha sejak September 2020. Sebelum membuka usaha, dia sempat mengerjakan proyek pembuatan abon ikan lele di sebuah pondok pesantren.

Setelah berjalan selama tiga bulan, kata dia, proyek terpaksa ditunda karena pandemi coronavirus disease 2019 (Covid-19).

Akhirnya, pria lulusan Teknologi Pangan ini memulai membuat kue tradisional yang dikreasikan dengan rasa-rasa modern.

"Pada saat awal coba membuat kue tuer khas Serang, namun gagal," ujar pria berkaca mata ini, kepada, TribunBanten.com Selasa (23/3/2021).

 

Baca juga: Merahnya Begitu Menggoda, Rambutan Tangkue Berjejer Dijual di Sepanjang Jalan Raya Sajira Lebak

Baca juga: Sulit Cari Kerja, Lulusan Otomotif Pilih Berjualan Kue Ape untuk Biaya Hidup

Berdasarkan pemantauan wartawan TribunBanten.com, dia tampak sedang mengemas onde-onde dan kue putu ayu ke dalam dus berbentuk kotak.

Tangannya tampak dibungkus plastik. Dia tampak menyusun satu persatu kue hasil masakannya.

"Sebetulnya saya kurang bisa memasak, hanya saja memang saya suka dengan jajan kue tradisional," ujarnya

Halaman
12
Penulis: desi purnamasari
Editor: Glery Lazuardi
Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved