Breaking News:

Mendekati Bulan Puasa, Satgas Covid-19 Lebak Belum Tentukan Pelaksanaan Vaksinasi

Dirinya pun akan terus melakukan koordinasi dengan pihak MUI dengan pemerintah pusat agar tidak terjadi benturan pada saat pemberian vaksinasi.

Tribunnews/Jeprima
Tenaga kesehatan (nakes) menunjukkan sertifikat vaksinasi usai menerima vaksin Covid-19 produksi Sinovac (CoronaVac) oleh vaksinator dokter di RSUPN Dr Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta Pusat, Kamis (14/1/2021). Setelah beberapa tokoh penting mendapatkan vaksin perdana pada Rabu (13/1), kini vaksinasi Covid-19 diberikan kepada tenaga kesehatan karena mereka merupakan garda terdepan dalam pelayanan dan memberikan contoh teladan kepada masyarakat. Keikutsertaan aktif mereka dalam kegiatan vaksinasi memberikan jaminan bahwa vaksin Covid-19 buatan Sinovac memang aman. 

Laporan wartawan Tribunbanten.com, Marteen Ronaldo Pakpahan

TRIBUNBANTEN.COM, LEBAK - Ketua Satgas Covid-19 Kabupaten Lebak, Firman Rahmatullah masih kebingungan terkait pelaksanaan vaksinasi di bulan ramadan yang akan jatuh pada awal bulan April mendatang.

Sejauh ini pihaknya masih terus menunggu kabar terkait pelaksanaan vaksinasi tahap kedua yang saat ini masih terus berjalan untuk pelayanan publik dan lansia yang berada di Kabupaten Lebak.

Dirinya pun akan terus melakukan koordinasi dengan pihak MUI dengan pemerintah pusat agar tidak terjadi benturan pada saat pemberian vaksinasi.

"Prinsipnya kami akan menunggu pembahasan tersebut ditingkat pusat dan MUI. Ketika sudah ada hasilnya, maka dengan sendirinya kami akan mengikuti intruksi tersebut, apakah bisa atau tidak dilakukan vaksinasi," katanya saat dihubungi, Rabu (24/3/2021).

Apabila nantinya vaksinasi tetap akan dilakukan pada bulan ramadan, maka pelaksanaan vaksinasi tersebut akan dilakukan pada malam hari dan hal tersebut tentunya akan melihat prosedur perlengkapan yang ada.

Baca juga: Pemkab Pandeglang Vaksinasi Covid-19 untuk Lansia dan Calon Jemaah Haji pada Awal April

Baca juga: Vaksin Covid-19 AstraZeneca Sudah Didistribusikan, Akan Digunakan untuk Lansia dan Pelayan Publik

Hal ini dilakukan agar proses vaksinasi tidak menimbulkan kesan ataupun polemik yang berkepanjangan di masyarakat terutama bagi penerima vaksinasi di Kabupaten Lebak.

"Tergantung, apakah akan dilakukan pada malam hari sesudah atau sebelum tarawih atau bagaiman kita belum tau untuk itu. Tetapi kalau pun malam hari dilakukan maka alat penunjang seperti cahaya dan internet harus memadai," tegasnya.

Hingga saat ini pelaksanaan vaksinasi di Kabupaten Lebak masig terus berjalan untuk tahap kedua ini. Pihaknya pun mengklaim bahwa pelaksanaan vaksin tekah mencapai 60 persen dari target yang telah ditentukan.

Kendati begitu, dirinya tetap menghimbau kepada masyarakat agar tetap menerapkan protokol kesehatan meskipun sudah dilakukan proses penyuntikan vaksin.

"Tetap patuhi protokol kesehatan, agar tidak terjadi penularan. Ingat sekalipun sudah divaksin, akan tetapi apabila tidak menggunakan protokol kesehatan maka akan tetap terdampak," tegasnya.

Penulis: Marteen Ronaldo Pakpahan
Editor: Yudhi Maulana A
Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved