Breaking News:

Pendataan Keluarga 2020 Siap Digelar di Kabupaten Serang Demi Program Pembangunan

Dalam pendataan keluarga tersebut ada tiga indikator meliputi, kependudukan, keluarga berencana, kemudian pembangunan keluarga.

Penulis: Abdul Qodir | Editor: Abdul Qodir
Dok. Diskominfo Kabupaten Serang
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Serang, Tubagus Entus Mahmud Sahiri (tengah) saat Sosialisasi Pendataan Keluarga Tahun 2021 di Aula KH Syam’un Setda Kabupaten Serang, Selasa (23/3/2021). 

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Dinas Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKBPPPA) Kabupaten Serang bekerja sama dengan Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Banten bakal melaksanakan Pendataan Keluarga Tahun 2020 atau PK 20.

PK 20 bertujuan untuk dijadikan sebagai arah dalam mengambil kebijakan dalam program pembangunan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Serang, Tubagus Entus Mahmud Sahiri menuturkan, Pendataan Keluarga Tahun 2020 menjadi program yang penting bagi pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam menyediakan basis data keluarga untuk intervensi program pembangunan keluarga, kependudukan, keluarga berencana (bangga berencana) dan program pembangunan lainnya di Indonesia.

“Selain data keluarga juga menghasilkan data individu by name by address yang menjadi peta sasaran program yang dapat ditelusuri dari tingkat pusat, provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, desa sampai tingkat RT RW bahkan keluarga sebagai unit terkecil,” ujar Entus dalam sambutan Sosialisasi Pendataan Keluarga Tahun 2021 di Aula KH Syam’un Setda Kabupaten Serang, sebagaimana keterangan tertulis diterima TribunBanten.com, Selasa (23/3/2021).

Kegiatan PK 20 akan dilaksanakan pemerintah melalui BKKBN mulai 1 April sampai dengan 31 Mei 2021.

Baca juga: Pemkab Serang dan Komisi PRK MUI Bekerja Sama Tangani Persoalan Keluarga, Anak, dan Perempuan

Baca juga: Pernikahan Dini Tak Dilarang, Berikut Dampak Buruk Bagi Kesehatan Fisik dan Mental versi BKKBN

Data tersebut akan di gunakan sebagai basis data keluarga Indonesia yang juga memuat informasi keluarga berisiko stunting, yang dapat digunakan dalam perencanaan pembangunan nasional maupun Kabupaten Serang.

“Untuk menyukseskan kegiatan tersebut perlu dukungan dari stakeholder dan mitra. Khusus kepada Dinas Kesehatan diharapkan dapat mengoptimalkan puskesmas dan bidan desa untuk mendukung penuh dalam penyediaan dan pengelolaan data stunting,” tuturnya.

Entus berharap, setelah dilakukan sosialisasi informasi tentang adanya pendataan keluarga ini dapat disampaikan kepada para anggota lembaga.

“Umumnya kepada seluruh masyarakat Kabupaten Serang,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengendalian, Penduduk, Penyuluhan dan Penggerakan (P4) DKBPPPA Kabupaten Serang, Rina Wuryanti menambahkan, untuk pendataan keluarga merupakan program yang sudah dicanangkan BKKBN pusat. Pendataan ini dilakukan setiap tahun sebelum tahun 2015. 

Nah semenjak tahun 2015, pendataan keluaraga dilakukan lima tahun sekali. Jadi, terakhir pendataan tahun 2015. Nah, kemarin rencananya akan dilaksanakan tahun 2020, tapi karena kendala pandemi Covid-19, sehingga BKKBN pusat menunda pelaksanaan kegiatan PK 20 baru dilaksanakan tahun 2021 ini,” kata Rina.

Baca juga: Pemkab Serang Targetkan 2.030 Pasangan Isbat Nikah, Segera Ajukan ke RT, Kepala Desa, dan Camat

Baca juga: Warga Kabupaten Serang Kini Bisa Buat Kartu Identitas Anak, Ini Persyaratan dan Manfaatnya

Rina menjelaskan, seperti halnya pendataan survei, PK 20 ini bertujuan untuk mengumpulkan data dari keluarga. Data yang di kumpulkan berupa data keluarga, data mikro keluarga.

“Kami ingin melihat data-data yang ada di keluarga secara rinci, secara mikro. Jadi, di dalam keluarga apakah mempunyai balita, anak remaja, atau lansia sehingga dari data yang terkumpul menjadikan data basis kita untuk dijadikan sebagai arah dalam mengambil kebijakan dalam program pembangunan,” terangnya. 

Dalam pendataan keluarga tersebut ada tiga indikator meliputi, kependudukan, keluarga berencana, kemudian pembangunan keluarga.

“Di dalam indikator pembangunan keluarga inilah di mana di situ bisa melakukan intervensi dari beberapa program atau program lain yang ada di Kabupaten Serang. Intinya, untuk arah dalam mengambil kebijakan dalam pembangunan,” tukasnya. 

Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved