Breaking News:

Hakekok Balakasuta

BREAKING NEWS: 16 Pengikut Hakekok Balakasuta Tiba di Desa Karang Bolong, Dikawal Personel TNI-Polri

Perlu waktu lebih dari tiga jam dari Kecamatan Cadasari untuk menuju Kecamatan Cigeulis, Kabupaten Pandeglang.

TRIBUNBANTEN/MARTEENRONALDOPAKPAHAN
Sebanyak 16 pengikut aliran sesat Hakekok Balakasuta kembali ke tempat tinggal masing-masing, pada Kamis (25/3/2021). 

Laporan wartawan Tribunbanten.com, Marteen Ronaldo Pakpahan

TRIBUNBANTEN.COM, PANDEGLANG - Setelah sekitar dua minggu mendapat pembinaan di pondok pesantren milik Abuya Muhtadi, 16 warga pengikut Hakekok Balakasuta, kembali ke rumah mereka di Desa Karang Bolong, Kecamatan Cigeulis, Kabupaten Pandeglang, Kamis (25/3/2021).

Pemulangan pengikut Hakekok Balakasuta itu dikawal iringan mobil Forkopimda Pemkab Pandeglang.

Perlu waktu lebih dari tiga jam dari Kecamatan Cadasari untuk menuju Kecamatan Cigeulis, Kabupaten Pandeglang.

Begitu sampai di Cigeulis, terlihat aparat gabungan yang terdiri atas personel TNI-Polri berjaga-jaga.

Baca juga: Momen Haru Pelepasan Penganut Hakekok Pandeglang, Menangis saat Dengar Ceramah Abuya Muhtadi

Baca juga: 16 Pengikut Aliran Hakekok Akan Dipulangkan, MUI Imbau Agar Warga Tidak Lakukan Penolakan

Beberapa saat kemudian, mobil yang membawa para pengikut pun tiba dengan bunyi sirine dari kendaraan mobil aparat kepolisian.

Sebelumnya, Rabu (24/3/2021), Bupati Pandeglang, Irna Narulita, meminta seluruh elemen masyarakat agar tidak mengucilkan para pengikut aliran Hakekok Balakasuta setelah kembali ke tempat tinggalnya.

"Ya harapannya jangan kerdilkan mereka. Mungkin (perbuatan) yang kemarin itu tidak lepas dari kekhilafan sehingga membuat mereka seperti itu," ujar Irna di Pendopo Bupati Pandeglang, Rabu (24/3/2021).

Menurut Irna, perbuatan yang dilakukan oleh para pengikut dari aliran Hakekok Balakasuta tidak terlepas dari faktor ekonomi.

Irna berpendapat perbuatan yang dilakukan oleh para 16 orang tersebut seperti ritual mandi bareng lantaran tidak adanya perhatian dari pemerintah daerah dalan memenuhi kebutuhan hidup mereka.

"Mungkin saja karena masalah ekonomi, mungkin mereka selama ini jauh dan menutup diri. Atau bahkan jauh dari sentuhan dan program pemerintah sehingga melakukan kegiatan yang tidak kita ketahui," ucapnya.

MUI Pandeglang sempat mengeluarkan fatwa yang menjelaskan bahwa aliran Hakekok Balakasuta adalah aliran sesat dan telah menyimpang dari ajaran agama yang ada.

Para 16 orang pun telah diamankan dan dilakukan pembinaan agama agar tidak melakukan hal tersebut di kemudian hari.

Ketua MUI Pandeglang, Tubagus Hamdi Maani menjelaskan pemulangan tersebut dilakukan setelah pihaknya telah melihat perubahan pola pemikiran dari 16 orang tersebut yang selama ini telah dibina di Rumah Singgah milik Pemkab Pandeglang.

Nantinya, dirinya akan berkoordinasi dengan musyawarah pimpinan kecamatan (Muspika) dan MUI tingkat kecamatan agar terus melakukan pemantauan terhadap para 16 orang tersebut dalam melakukan aktivitas di luar atau di dalam rumah.

Penulis: Marteen Ronaldo Pakpahan
Editor: Agung Yulianto Wibowo
Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved