Breaking News:

Camat Cigeulis Klaim Pernah Bubarkan Kegiatan Hakekok Balakasuta 4 Tahun Lalu

kejadian tersebut tidak bisa disalahkan atau dititikberatkan kepada pihak kecamatan yang berada di wilayah tersebut.

TribunBanten.com/Marteen Ronaldo
Para pengikut Hakekok Balakasuta melaksanakan salat berjemaah di masjid yang terletak di belakang kantor Kecamatan Cigeulis, Kabupaten Pandeglang, Kamis (25/3/2021). 

Laporan wartawan Tribunbanten.com, Marteen Ronaldo Pakpahan

TRIBUNBANTEN.COM, PANDEGLANG - Camat Cigeulis, Subro Mulisi menolak disalahkan akibat viralnya kasus warganya yang melakukan ritual mandi bareng tanpa mengenakan busana pada beberapa minggu yang lalu.

Menurutnya, kejadian tersebut tidak bisa disalahkan atau dititikberatkan kepada pihak kecamatan yang berada di wilayah tersebut.

Karena tidak semua kegiatan masyarakat disana dapat dipantau selama 24 jam secara terus menerus.

Ia juga mengatakan, pihaknya sebelum kejadian tersebut sempat viral sudah melakukan pembinaan terhadap aliran sesat hakekok balakasuta.

Baca juga: Pengikut Aliran Hakekok Teken Surat Perjanjian dan Baca Syahadat, Pimpinannya Ingin Segera Macul

Baca juga: BREAKING NEWS: 16 Pengikut Hakekok Balakasuta Tiba di Desa Karang Bolong, Dikawal Personel TNI-Polri

"Bahkan empat tahun yang lalu sudah dilakukan pembubaran terhadap kegiatan yang menyimpang tersebut. Pada saat pengajian tingkat kecamatan pun kita sudah membahas hal itu dan kita langsung tindak lanjuti kepada warga setempat," katanya saat ditemui, Kamis (25/3/2021).

Subro membeberkan alasan mengapa berita kegiatan aliran sesat Hakekok Balasuta ini bisa sampai tersebar luas, karena pada saat itu ritual mandi bareng tersebut menjadi titik awal pemicu reaksi yang keras dari masyarakat.

Selain itu, perkembangan teknologi yang semakin pesat membuat masyarakat sekitar dapat mengakses dengan mudah segala bentuk kegiatan apapun yang menurutnya viral dan mendapat reaksi yang begitu besar.

"Kenapa bisa sampe booming lagi, karena ya ritual mandi bareng nya itu yang tidak menggunakan pakaian sama sekali itu yang pertama kali yang baru ada di kelompok Hakekok Balakasuta ini," tegasnya.

Penulis: Marteen Ronaldo Pakpahan
Editor: Yudhi Maulana A
Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved