Breaking News:

DKPP: Potensi Produksi Garam di Kabupaten Serang Melimpah, Sayang Masih Terkendala Pemasaran

Pihak Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Serang mengungkapkan potensi produksi garam di wilayah tersebut.

Penulis: desi purnamasari | Editor: Glery Lazuardi
Kompas.com
Ilustrasi Petani Garam 

Lalu, pada 2018 sudah ada program di Desa Domas Tirtayasa dan terus berkembang hingga di Lontar sekitar 14 hektar are.

"Tahun 2019 lalu, kita bisa produksi sampai 3000 ton, tetapi tahun 2020, turun. Karena cuaca tak mendukung, kita hanya produksi 600 ton,” ujarnya.

Pada 2021, pihaknya mengembangkan 15 hektar are di Desa Lontar dan Tirtayasa. Setiap tahun produksi garam ini di target mencapai 100 ton per hektar are.

"Ke depan kita sedang negosiasi dengan kementrian terutama kementrian riset dan teknologi BPPT," ujarnya.

Saat ini, salah satu yang menjadi kendala adalah pemasaran. Menurut dia, garam produksi lokal masih sulit untuk diterima di industri.

Hal ini, karena kadar NaCLnya baru mencapai 93 persen, sementara untuk bisa masuk ke industri kadar harus 99 persen.

Untuk Asahimas kurang lebih 1,3 juta ton per tahun, dan Sulfindo 800.000 ton per tahun.
"Jadi kalau menyerap garam, kita katakan 4000 ton sangat kecil itu," ujarnya.

Sementara ini pemasaran garam produksi masih mencakup lokal dan non industri.

Seperti untuk penggaraman ikan dan kebutuhan pokok sehari-hari.

Baca juga: Garam Laut Bisa Digunakan Sebagai Pupuk Tanaman, Hasilnya Bikin Lebih Subur, Berikut Ini Caranya

Baca juga: Hati-hati Beredar Vaksin Covid-19 Palsu, Garam Disuntik ke Jarum Suntik

Untuk kebutuhan per tahun dibutuhkan garam kurang lebih sekitar 103 juta ton, yang dikonsumsi sedangkan produksi baru 2 juta ton.

"Masih ada yang belum kita penuhi makannya pelan-pelan bisa produksi dan bisa memenuhi kebutuhan di industri setelah itu baru impor," ujarnya.

Dia meyakini jika pemasaran sudah jelas usaha ini akan turut berkembang pesat dan masyarakat akan turut serta dan dapat pula membantu mengurangi penganguran.

Untuk saat ini harga garam Rp 1000 per kilogram.

Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved