Breaking News:

Satgas Mafia Tanah Bongkar Kasus, Menteri ATR/BPN Sofyan Djalil Langsung Mendatangi Mapolda Banten

Kami mengapresiasi Pak Kapolda beserta seluruh tim di Banten yang telah mengungkap penipuan atau pemalsuan tanah girik

TribunBanten.com/Tajudin
Menteri ATR/BPN Sofyan Djalil didampingi Kapolda Banten Irjen Pol Rudy Heriyanto Adi Nugroho saat mendatangi Mapolda Banten, Jumat (26/3/2021). 

Laporan Wartawan TribunBanten.com Ahmad Tajudin

TRIBUNBANTEN.COM, KOTA SERANG - Satgas Mafia Tanah Ditreskrimum Polda Banten kembali mengungkap kasus mafia tanah yang merugikan masyarakat.

Empat orang yang memainkan surat girik palsu ditangkap dan ditahan di Mapolda Banten.

Pengungkapan kasus yang dilakukan Polda Banten itu langsung mendapat apresiasi dari Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sofyan Djalil saat mendatangi Mapolda Banten, Jumat (26/3/2021).

Baca juga: Polda Banten Buka Posko Pengaduan dan Bentuk Satgas Mafia Tanah, Langsung Bongkar Kasus

Kedatangan Sofyan disambut hangat Kapolda Banten Irjen Pol Rudy Heriyanto Adi Nugroho.

"Kami mengapresiasi Pak Kapolda beserta seluruh tim di Banten yang telah mengungkap penipuan atau pemalsuan tanah girik," ujar Sofyan.

Dia mengaku memutuskan untuk mendatangi Mapolda Banten setelah mendengar adanya pengungkapan kasus mafia tanah tersebut.

Kedatangannya itu sebagai bentuk dukungan dan apresiasi bagi jajaran Polda Banten.

Menurut Sofyan, penerbitan girik palsu harus diwaspadai.

Jika petugas dari ATR/BPN tidak bisa membuktikan apakah girik palsu atau asli, bisa saja mereka membuat sertifikat begitu saja.

Menteri ATR/BPN Sofyan Djalil didampingi Kapolda Banten Irjen Pol Rudy Heriyanto Adi Nugroho saat mendatangi Mapolda Banten, Jumat (26/3/2021).
Menteri ATR/BPN Sofyan Djalil didampingi Kapolda Banten Irjen Pol Rudy Heriyanto Adi Nugroho saat mendatangi Mapolda Banten, Jumat (26/3/2021). (TribunBanten.com/Tajudin)

Mafia tanah itu merupakan hilirnya, dan di hulu pihaknya menyelesaikan data pertanahan.

Sofyan mengaku terus berupaya agar Kementerian ATR/BPN untuk melakukan pendaftaran tanah sistematis lengkap (PTSL).

"Kalau seluruh tanah sudah didaftarkan dan disertifikatkan, girik palsu seperti ini tidak ada lagi manfaatnya untuk dipalsukan," katanya.

Penulis: Ahmad Tajudin
Editor: Agung Yulianto Wibowo
Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved