Breaking News:

Sepekan Pasca-Kebakaran, Belum Ada Pembangunan di Ponpes Riyadussibyan

Tak hanya tempat mondok para santri, Pondok Pesantren Riadussibyan juga menjadi tempat mengaji anak-anak dan remaja serta menjadi majelis taklim ibu

TribunBanten.com/Desi Purnamasari
Suasana Pondok Pesantren Riyadussibyan di Kampung Selacau, Desa Nagara Padang, Kecamatan Petir, Kabupaten Serang, tersisa pondasi pada Jumat (26/3/2021), pasca-sepekan kebakaran. 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Desi Purnamasari

TRIBUNBANTEN.COM KABUPATEN SERANG - Sepekan pasca-kebakaran, belum tampak pembangunan di lahan Pondok Pesantren Riadussibyan di Kampung Selacau, Desa Nagara Padang, Kecamatan Petir, Kabupaten Serang.

Bahkan, kini hanya tersisa lahan kosong lantaran keseluruhan kobong bangunan pondok pesantren yang terbuat dari bilik bambu dan kayu itu hangus terbakar.

Di lahan pondok pesantren itu hanya tersisa beberapa tiang pondasi berbahan semen.

Titin Suhartini, istri pimpinan Ponpes Radussibyan Ustaz Suandi menuturkan, saat ini semua santrinya telah dipulangkan sementara waktu sampai bangunan ponpes dibangun kembali.

"Ada sekitar 20 santri laki-laki dan 30 santri permpuan," ujarnya saat ditemui TribunBanten.com di lokasi, Jumat (26/3/2021).

Baca juga: Ponpes Riadussibyan di Kecamatan Petir Ludes Terbakar, Bangunan Terbuat dari Bilik Bambu

Baca juga: Ponpes Riadusibbyan Terbakar, Ustaz Suandi Ingin Dibangun Kembali, Camat Petir Berupaya Membantu

Titin mengaku merasa sangat kesepian karena tidak ada kegiatan santri sama sekali, seperti seperti biasanya yang mengaji sampai malam hari dan pada saat menjelang subuh.

"Untuk yang perempuan memang belum ada kobongnya jadi masih pulang pergi, sekitar pukul 10.00 WIB pulang beres mengaji," terangnya.

Kondisi terkini Pondok Pesantren Riadussibyan yang terbakar pada Jumat (19/3/2021).
Kondisi terkini Pondok Pesantren Riadussibyan yang terbakar pada Jumat (19/3/2021). (TribunBanten.com/Tajudin)

Menurutnya, para santri ingin segera bisa kembali dibangunkan kembali kobong pondok pesantren agar tidak pergi pulang ke rumah.

"Ya inginnya mah begitu ada buat santri perempuannya, tapi mau bagaimana lagi, ini juga baru saja kena musibah seperti ini," ujar perempuan berkerudung hitam tersebut.

Halaman
12
Penulis: desi purnamasari
Editor: Abdul Qodir
Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved