Breaking News:

Bom Makassar

Polda Banten Imbau Tak Sebar Video & Foto Bom Bunuh Diri di Makassar, Langgar Aturan Bisa Dipidana

Pihak Polda Banten melarang warga untuk memposting video ataupun foto ledakan bom bunuh diri yang terjadi di Gereja Katedral Makassar pada Minggu.

istimewa
Kabid Humas Polda Banten, Kombes Pol Edy Sumardi meraih penghargaan dari Mabes Polri, sebagai Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Tipe A terbaik pada tahun 2019. 

TRIBUNBANTEN.COM - Pihak Polda Banten melarang warga untuk memposting video ataupun foto ledakan bom bunuh diri yang terjadi di Gereja Katedral Makassar pada Minggu (28/3/2021).

Kabid Humas Polda Banten Kombes Edy Sumardi, mengatakan bagi yang melanggar aturan dapat disanksi pidana.

Dia menjelaskan, Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) mengatur penyebaran konten kekerasan.

"Bagi orang yang menyebarkan konten kekerasan baik itu berupa video atau foto bisa dianggap melanggar Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik," kata dia, dalam keterangannya, Minggu (28/3/2021).

Baca juga: Teror Bom di Gereja Katederal Makassar, Ibadah Paskah di Banten Digelar Secara Online

Baca juga: Aksi Heroik Satpam Halau Terduga Pelaku yang Ingin Masuk Gereja Katedral Makassar: Saya Tahan Dia

Aturan itu terdapat pada pasal 29 dan pasal 45B.

Pasal 29 berbunyi:

Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mengirimkan Informasi elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang berisi ancaman kekerasan atau menakut-nakuti yang ditujukan secara pribadi.

Adapun untuk Pasal 45B berbunyi:

Setiap Orang yang dengan sengaja dan tanpa hak mengirimkan Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang berisi ancaman kekerasan atau menakut-nakuti yang ditujukan secara pribadi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29 dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan/atau denda paling banyak Rp750.000.000,00 (tujuh ratus lima puluh juta rupiah).

Untuk itu, dia meminta, masyarakat untuk tidak memposting video ataupun foto ledakan bom bunuh diri yang terjadi di Gereja Katedral Makassar.

"Tolong stop di kita, hapus dan jangan di share ke yang lain video dan foto aksi bom bunuh diri yang terjadi di Makassar," ujar Edy.

Edy Sumardi mengatakan tujuan dari aksi teroris adalah untuk membuat rasa takut dan teror serta ancaman kepada masyarakat.

Jika video atau foto disebarkan, kata dia, secara tidak langsung turut mendukung aksi teror tersebut.

"Perlu diketahui tujuan teroris melakukan bom bunuh diri, memang untuk membuat teror, ancaman, rasa takut kepada seluruh masyarakat dan agar kita share untuk promosi kejahatannya," tutur Edy Sumardi.

Editor: Glery Lazuardi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved