Breaking News:

DKPP Kabupaten Serang Keluhkan Pemasaran, Berikut Kesulitan Indonesia untuk Produksi Garam Industri

Kabupaten Serang di Provinsi Banten berpotensi untuk menghasilkan garam 40.000 ton per tahun.

Kompas.com
Ilustrasi Petani Garam 

TRIBUNBANTEN.COM - Kabupaten Serang di Provinsi Banten berpotensi untuk menghasilkan garam 40.000 ton per tahun.

Upaya produksi itu melihat potensi garam jika di rata-rata produksi per hektar are mencapai 100 ton per tahun dari luas lahan sekitar 400 hektar are di Kabupaten Serang.

Namun, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Serang (DKPP) Kabupaten Serang, Suhardjo menilai pemasaran masih menjadi kendala.

Baca juga: DKPP: Potensi Produksi Garam di Kabupaten Serang Melimpah, Sayang Masih Terkendala Pemasaran

Ketua Asosiasi Petani Garam Rakyat Indonesia (APGRI), Muhammad Jakfar Sodikin mengatakan permasalahan yang dialami produksi garam di Indonesia.

Indonesia memang mempunyai garis pantai terpanjang, namun, kata dia, tidak ada korelasi antara Indonesia memiliki garis pantai terpanjang dengan produksi garam.

"Seperti di Kalimatan dan Sumatera (tidak cocok,-red) karena berada langung di garis katulistiwa, yang mana cuacanya lebih sering mendung,” ucapnya, dalam keterangan yang diterima wartawan, Senin (29/3/2021).

Pernyataan itu disampaikan di acara diskusi garam oleh Society for Biological Engineering Universitas Indonesia (SBE UI) dengan Forum Diskusi Ekonomi Politik (FDEP) pada Minggu, (28/3/2021)

Untuk lahan produksi garam, kata dia, harus mempunyai pantai yang landai.

Sayangnya, menurut dia, pantai di selatan Pulau Jawa tidak bisa membuat garam karena ombaknya terlalu besar yang berakibat menjebol tanggul atau lahan garam.

Dia menilai, Indonesia masih kesulitan memproduksi garam industri untuk memenuhi kebutuhan industri.

Halaman
1234
Editor: Glery Lazuardi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved