Breaking News:

Soal Larangan Mudik, Bupati Lebak Iti Jayabaya Ikuti Instruksi dari Pemerintah Pusat

Bupati Lebak, Iti Octavia Jayabaya mengatakan mengenai pelarangan mudik, pihaknya akan mengikuti intruksi dari pemerintah pusat

TRIBUN JABAR/TEUKU MUH GUCI S
Ilustrasi mudik Lebaran 

Laporan wartawan Tribunbanten.com, Marteen Ronaldo Pakpahan

TRIBUNBANTEN.COM, LEBAK - Pemerintah Pusat melalui Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy telah memutuskan untuk meniadakan kegiatan mudik lebaran tahun ini.

Hal tersebut dilakukan sebagai langkah mengantisipasi lonjakan penyebaran Covid-19 yang berada di seluruh wilayah di Indonesia.

Bupati Lebak, Iti Octavia Jayabaya mengatakan mengenai pelarangan mudik, pihaknya akan mengikuti intruksi dari pemerintah pusat dan menghimbau warganya agar tidak melakukan perjalanan ke luar daerah Lebak pada saat libur lebaran.

Akan tetapi, terkait untuk penutupan jalur kereta api yang melintas di daerahnya, ia melemparkan kewenangan tersebut kepada PT KAI.

"Nah terkait KRL ini kan apakah bisa tetap beroperasi atau tidak pada saat mudik ini kan berada di kewenangan pusat. Sama saja hal nya pada saat awal-awal Covid-19 saya meminta untuk KRL itu ditutup dulu selama dua minggu dulu, agar memanimalisir penyebaran Covid-19 di Lebak," katanya saat dihubungi, Senin (29/3/2021).

Baca juga: Warga Dilarang Mudik Tapi Wacana Turis Asing Boleh Masuk, Pemerintah Didesak Untuk Tegas

Baca juga: Masyarakat yang Nekat Pergi Mudik Lebaran 2021 Nanti Akan Dikenai Sanksi Ini

Menurutnya, kewenangan tersebut bukanlah menjadi keputusan dirinya, karena ia hanya sebatas kepala daerah yang tidak bisa menentukan kebijakan penutupan jalur transportasi.

Oleh karenanya, ia meminta agar hal tersebut ditanyakan langsung kepada PT KAI termasuk terkait jam operasional yang diterapkan.

"Tetapi apabila melihat kondisi saat ini, KRL ini menjadi transportasi harian bagi masyarakat kami yang bekerja di Jakarta dan Tangerang. Tetapi untuk penutupan nya itu kembali lagi kepada PT KAI itu sendiri," tegasnya.

Meskipun begitu, pihaknya masih terus melakukan antisipasi lonjakan penyebaran Covid-19 terutama dimasa penerapan PPKM Mikro yang dimana pihaknya sudah membangun posko-posko di tingkat RT/RW untuk menginventarisir keluar masuknya orang.

Penulis: Marteen Ronaldo Pakpahan
Editor: Yudhi Maulana A
Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved