Breaking News:

Kabar Seleb

Agensi Grup BTS Akan Ambil Langkah Hukum untuk Pelaku Ujaran Kebencian Terhadap Artisnya

Big Hit Entertainment yang menaungi grup kenamaan Korea BTS menegaskan akan mengambil langkah hukum terhadap ujaran kebencian terhadap artisnya.

Istimewa via Tribun Pontianak
BTS 

TRIBUNBANTEN.COM - Agensi artis Big Hit Entertainment yang menaungi grup kenamaan Korea BTS menegaskan akan mengambil langkah hukum terhadap ujaran kebencian terhadap artisnya.

Big Hit Entertaiment memastikan semua pelaku ujaran kebencian itu akan ditindak tegas.

Melansir Tribunnews, bagi haters yang menyebarkan berita palsu dan komentar miring terhadap para member, mereka mengatakan sudah menempuh jalur hukum.

Baca juga: Grup BTS Ikut Mendukung Gerakan Hentikan Kebencian Asia Akibat Penembakan Orang Asia di Atlanta

Baca juga: Suga BTS Sebut Grupnya Hampir Bubar Karena Tidak Punya Uang Sampai Pernah Jadi Kurir Makanan

"Halo. Ini adalah Big Hit Music. Perusahaan kami secara teratur memulai proses hukum terhadap pelaku aktivitas jahat yang terkait dengan BTS.

Termasuk kritik yang bermaksud jahat, penyebaran informasi tidak berdasar, pelecehan seksual, serangan pribadi, dan pencemaran nama baik. Kami ingin memberikan informasi terbaru tentang aktivitas ini," kata Big Hit sebagaimana dilansir Soompi pada Selasa (30/3/2021).

Satu di antaranya, untuk netizen yang membuat postingan buruk tentang BTS di komunitas tertentu sudah dilaporkan Big Hit.

Akun-akun tersebut sudah dilacak oleh mereka dan sudah dilaporkan ke polisi.

"Kelompok pelaku terbaru ini termasuk pengguna non-anggota komunitas internet DC Inside. Untuk jangka waktu yang lama, kami telah mengumpulkan bukti postingan berbahaya berulang yang dibuat di "galeri" DC Inside tertentu oleh akun non-anggota kami telah memberikan informasi masuk yang terkait dengan postingan ini kepada pihak berwajib," jelas Big Hit.

Big Hit menuturkan bahwa kasus ini tetap bisa diproses secara hukum meski postingan telah dihapus.

"Kami telah mengonfirmasi bahwa meskipun riwayat pengeposan dihapus atau akun dihapus setelah membuat pengeposan yang berbahaya, informasi jaringan yang memadai tetap memungkinkan penyelidikan kriminal untuk dilanjutkan. Oleh karena itu, tindakan tersebut dapat dikenakan proses pidana," imbuhnya lagi.

Halaman
12
Editor: Zuhirna Wulan Dilla
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved