Breaking News:

Nelangsa Guru Honorer di Pandeglang, Dindikbud: Jumlahnya 3.500 Orang, Anggaran Kami tak Cukup

Dan ribuan guru honorer itu juga bernasib lebih kurang sama dengan Dedi Mulyadi, yang hanya mendapat honor Rp300 ribu atas jasa mengajar di sekolah.

() via Tribiunnews.com
Ilustrasi guru mengajar 

Laporan wartawan Tribunbanten.com, Marteen Ronaldo Pakpahan

TRIBUNBANTEN.COM, PANDEGLANG - Kisah pilu dialami guru honorer di Pandeglang bernama Dedi Mulyadi (39). Ia telah mengabdi selama 14 tahun menjadi guru honorer di salah satu SD di Pandeglang dan hingga kini hanya digaji Rp12.500 per hari.

Apa yang dialami Dedi Mulyadi adalah satu dari sekian banyak nasib yang sama dialami para guru honorer di Indonesia, khususnya di Pandeglang.

Seperti apa respons Dinas Pendidikan Kabupaten Pandeglang atas masalah ini?  

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pandeglang, Sutoto mengatakan pada 2021, tercatat ada 3.500 guru honorer tingkat PAUD hingga SMP di 35 kecamatan di wilayahnya.

Dan ribuan guru honorer itu juga bernasib lebih kurang sama dengan Dedi Mulyadi, yang hanya mendapat honor Rp300 ribu atas jasa mengajar di sekolah.

"Standar honor telah ditetapkan dalam Surat Edaran Bupati Tahun 2020, minimal Rp 300 ribu per bulan untuk guru honorer," ujar Sutoto saat dihubungi TribunBanten.com, Rabu (31/3/2021).

Baca juga: Kisah Pilu Guru Honorer di Pelosok Pandeglang dan Asa di Balik Gaji Rp12.500 Per Hari

Baca juga: Kabar Gembira, Honor Tenaga Kontrak di Pemkab Pandeglang Naik Rp100 Ribu

Seorang guru honorer bernama Dedi Mulyadi (39) di Kampung Baru, Desa Pasirlancar, Kecamatan Sindangresmi, Kabupaten Pandeglang, selama 14 tahun digaji Rp12.500 per hari.
Seorang guru honorer bernama Dedi Mulyadi (39) di Kampung Baru, Desa Pasirlancar, Kecamatan Sindangresmi, Kabupaten Pandeglang, selama 14 tahun digaji Rp12.500 per hari. (Facebook)

Ia mengatakan, pihaknya sejauh ini telah berusaha membantu nasib para guru honorer dengan memberikan mengajukan tunjangan sertifikasi guru ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sebesar Rp1,3 juta bagi mereka yang lolos program sertifikasi guru.

Sumber anggaran tunjangan tersebut berasal dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) pemerintah pusat.

"Karena anggaran kami tidak ada dan tidak mencukupi," katanya.

Halaman
12
Penulis: Marteen Ronaldo Pakpahan
Editor: Abdul Qodir
Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved