Breaking News:

Soal Sita Aset Kasus Korupsi, Penegak Hukum Harus Cermat dan Terapkan Prinsip Kehati-hatian

Pihak Kejaksaan Agung (Kejagung) menyita berbagai aset diduga terkait kasus dugaan korupsi pengelolaan keuangan dan dana investasi PT Asabri.

Editor: Glery Lazuardi
Ist
Ilustrasi korupsi 

TRIBUNBANTEN.COM - Pihak Kejaksaan Agung (Kejagung) menyita berbagai aset diduga terkait kasus dugaan korupsi pengelolaan keuangan dan dana investasi PT Asabri.

Aset itu milik tersangka kasus korupsi Benny Tjokrosaputro (Bentjok), Heru Hidayat, dan lain-lain.

Upaya penyitaan itu dilakukan di beberapa tempat. Salah satunya aset berupa tanah dan bangunan seluas 1.042 meter persegi di Pontianak, Kalimantan Barat.

Pada Selasa (30/3/2021) kemarin, Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagun, Leonard Eben Ezer Simanjuntak, mengatakan penyitaan berbagai aset ini dilakukan untuk menutupi kerugian keuangan negara yang ditaksir mencapai Rp23,7 triliun.

Baca juga: 5 Tahun Tersangka, KPK Tahan Mantan Dirut PT Pelindo II RJ Lino dalam Dugaan Korupsi Pengadaan QCC

Baca juga: Max Sopacua Ungkit Soal Kasus Korupsi Hambalang, Demokrat: Mereka Terus Membangun Fitnah

Sebelumnya, Kejagung melakukan penyitaan terkait kasus korupsi pengelolaan keuangan dan dana investasi PT Asuransi Jiwasraya yang merugikan keuangan negara Rp16 triliun dan terdakwanya di antaranya menjadi tersangka dalam kasus Asabri.

Mereka telah divonis bersalah oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta.

Putusan terhadap 6 terdakwa di tingkat pengadilan pertama itu sudah diperkuat oleh Pengadilan Tinggi (PT) DKI Jakarta.

Kejagung dalam perkara ini, di antaranya telah menyita berbagai aset dan membilokir rekening keuangan terdakwa Bentjok selaku direktur utama PT Hanson International.

Pakar hukum pidana dari Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung, Somawijaya, mengatakan penyidik Kejagung berwenang melakukan penyitaan aset-aset yang diduga terkait kasus korupsi.

Meskipun berwenang melakukan penyitaan, kata dia, penyidik harus hati-hati dan membedakan aset-aset terdakwa.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved