Breaking News:

Satpam Sekolah di Tangsel Meninggal Usai Divaksin, Istri Bilang Ini, Dinkes dan RS Buka Fakta Medis

IM mengatakan suaminya mempunyai riwayat penyakit gangguan prostat. Namun, suaminya dalam keadaan sehat saat mengikuti vaksinasi Covid-19

Alamy Stock Photo via TribunnewsMaker.co
Ilustrasi jenazah 

Humas RSUD Tangerang Selatan, Lasdo membenarkan bahwa hasil pemeriksaan swab terhadap SML adalah positif Covid-19.

"Datang tanggal 28 Maret malam, itu sudah rujukan dari Puskesmas (Puskesmas Rawa Buntu,-red). Jadi, sudah ada komunikasi antara Puskesmas dengan kami, jadi datang memang sudah dalam kondisi sakit berat," ujar Lasdo di RSUD Tangerang Selatan, Kamis (1/4/2021).

"Gejala-gejala yang muncul seperti covid-19, kemudian dilakukan konfirmasi dengan tes swab, hasilnya memang positif," tambahnya. 

Kondisi S lanjutnya, semakin memburuk setelah tim medis RSU Kota Tangsel mendiagnosis penyakit penyerta yang diderita pasien tersebut. 

Berdasarkan rekam medis, SML mengalami keluhan pernafasan sejak dua pekan sebelumnya.

SML katanya mengalami batuk berat hingga kesulitasn bernafas. 

Baca juga: Mutasi Virus Corona Baru B117 dan N439K Terdeteksi, Mana yang Lebih Ganas? Berikut Penjelasannya

"Jadi pasien datang sudah dalam kondisi dengan pasien Covid-19. Kondisinya memang sudah sangat berat, dan menurut anamnesa memang beliau sudah mengeluhkan batuk-batuk semenjak dua minggu sebelum masuk rumah sakit," jelas Lasdo.

"Sudah ada gejala batuk. Tapi memang masalah nafas, dari anamnesa itu enam jam sebelum masuk rumah sakit. Dia sudah kesulitan bernafas," sambungnya. 

Penyakit penyerta dari anamnesa yang diidap S dijelaskan Lasdo meliputi jantung, hipertensi, serta diabetes melitus.

Oleh karena itu, pihak menegaskan penyebab S meninggal dunia bukan karena disuntik vaksin Covid-19 dosis pertama. 

Sebab, apabila terdapat keluhan kesehatan pasca-vaksinasi Covid-19, gejala yang dialami pasien akan terlihat dalam kurun satu hari setelah suntikan tersebut. 

"Seharusnya tidak ada korelasi dengan KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi). Karena kalau kita lihat kekebalan (tubuh) terbentuk sebulan setelah vaksin kedua. Dan data vaksin kedua itu tidak ada. Tapi beliau tanggal 28 (Maret 2021) datang ke kita dan sudah dalam kondisi buruk. Kalaupun vaksinnya sudah lengkap dua dosis itu belum terbentuk," ungkap Lasdo. 

"Dibilang akibat KIPI, harusnya waktunya enggak sejauh itu. Kan divaksin tanggal 3 Maret 2021, kejadian meninggal di tanggal 29 (Maret 2021). Kalau di KIPI itu kan cepat. KIPI paling lama 24 jam," jelasnya.

Berita lain terkait Covid-19 dan vaksinasi Covid-19

Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul Diduga Satpam Sekolah di Kota Tangsel Meninggal Dunia Setelah Divaksinasi Covid-19, Ini Kata Dinkes dan Satpam SMPN 11 Tangsel Positif Covid-19 Setelah Divaksin, Meninggal Dunia Tiga Pekan Kemudian

Editor: Abdul Qodir
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved