Breaking News:

Tribunners

Kebijakan Lockdown akibat Pandemi Covid-19: Menjadi Berita Duka atau Bahagia bagi Lingkungan

Ledakan kasus terkonfirmasi menjadi petunjuk virus itu cepat ditularkan dari manusia ke manusia lewat kontak langsung.

Grafis Tribunnews.com/Ananda Bayu S
Cegah virus corona 

Selain itu, kebijakan lockdown dapat mengurangi polusi suara atau tingkat kebisingan di sebagian besar wilayah dan membantu pemulihan ekologi akibat penutupan tempat wisata.

Sebagai contoh telah dilaporkan kembalinya lumba-lumba di Teluk Benggala, Bangladesh, India, setelah satu dekade dinyatakan pergi atau menghilang. 

Namun, diterapkannya lockdown masih ditemukan berita duka bagi lingkungan, yaitu terjadinya peningkatan permintaan belanja online yang pada akhirnya dapat menimbulkan penimbunan limbah rumah tangga dari “kemasan” paket. 

Selain itu, untuk pengambilan sampel pasien, diagnosis, pengobatan dan tujuan disinfektan dapat menimbulkan banyak limbah biomedis dan infeksius yang dihasilkan dari rumah sakit.

Penggunaan disinfektan secara ekstensif yang diaplikasikan di jalan, area komersil dan pemukiman dengan tujuan membasmi virus, dapat membunuh spesies menguntungkan yang sebelumnya tidak ditargetkan dapat menyebabkan ketidakseimbangan ekologi. 

Melihat Absurditas Albert Camus 

Seorang filsuf eksistensialis dan novelis dari Aljazair bernama Albert Camus dalam sebuah novelnya yang berjudul “Sampar” mengatakan bahwa wabah penyakit menjadi momentum seseorang untuk memasuki ruang kosong bernama absurditas.

Terjadi ketidakjelasan masa depan dan hanya dihadapkan dengan dua pilihan, yaitu mementingkan diri sendiri atau mementingkan kepentingan seluruh penduduk.

Dalam situasi ambang batas, realita menjadi cerminan diri untuk menuntut seseorang segera 
mengambil pilihan, keputusan dan berkomitmen mengambil tindakan serta berjuang mengatasi irasionalitas kejadian. 

Dalam novel tersebut, mencerminkan kondisi yang serupa dengan pandemi Covid-19.

Ada berbagai macam hikmah yang dapat diambil dalam novel tersebut, yaitu memilih untuk tetap tenang dan mengambil tindakan nyata.

Demi kesejahteraan bersama serta memilih menaati peraturan, kebijakan dan perintah lockdown atau 3M untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Walaupun pada kenyataannya, baik keputusan tersebut memiliki dampak positif maupun negatif bagi 
lingkungan. 

Akhir Kata

Dapat diasumsikan bahwa semua konsekuensi yang diterima pada saat pandemi ini bersifat jangka pendek.

Sudah saatnya menyusun suatu strategi yang tepat untuk keuntungan jangka panjang, sekaligus pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan, seperti menyusun strategi efektivitas industrialisasi, transportasi umum ramah lingkungan, penggunaan energi terbarukan, pengolahan air limbah untuk digunakan kembali, daur ulang limbah, serta restorasi ekologi dan ekowisata.

Masyarakat tentu ingin merasakan kondisi kehidupan normal sebelum pandemi.

Kita perlu bekerja sama untuk melawan ancaman virus Covid-19 dan berusaha untuk menjaga keasrian lingkungan sekitar, agar kesehatan lebih terjamin serta taat terhadap kebijakan yang diberlakukan oleh pemerintah. 

Daftar Pustaka 

Didar- UI Islam, T. R. (2020 ). Environmental Effects of COVID-19 Pandemic and 
Potential Strategies of Sustainability . Science Direct , 6.

Limbong, d. S. (2020 ). Virus Corona (COVID-19) .https://m.klikdokter.com/penyakit/coronavirus, Diakses pada tanggal 7 Maret 2021.

wirawan, M. K. (2020 ). Virus Corona dan Novel-novel Fiksi Tentang Wabah 
Penyakit yang Ramalkan Situasi Sekarang. 
https://www.kompas.com/global/read/2020/04/17/162628570/virus-coronadan-novel-novel-fiksi-tentang-wabah-penyakit-yang-ramalkan?page=all, 
diakses pada tanggal 7 Maret 2021

Penulis:

Cavela Az-Zahrah Yudanto

Mahasiswi Pendidikan Kimia Universitas Sultan Ageng Tirtayasa.

Disclaimer: Isi merupakan tanggung jawab penulis.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved