Breaking News:

News

Arab Saudi Rilis Aturan Baru Umrah, Hanya Tiga Kategori Ini yang Diizinkan Berangkat Selama Ramadan

Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi mengatakan dalam sebuah pernyataan, ada tiga kategori jemaah yang boleh menjalankan ibadah di Mekkah.

Kementerian Media Saudi/AFP
Sebuah gambar selebaran yang disediakan oleh Kementerian Media Saudi pada 31 Juli 2020 menunjukkan para jamaah yang berkeliling di sekitar Ka'bah, tempat suci paling suci di Masjidil Haram di kota suci Saudi, Mekah. Jemaah haji Muslim berkumpul hari ini di Gunung Arafat Arab Saudi untuk klimaks haji tahun ini, yang terkecil di zaman modern dan kontras dengan kerumunan besar tahun-tahun sebelumnya. 

TRIBUNBANTEN.COM - Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi telah mengizinkan ibadah umrah kembali yang di mulai awal Ramadan 2021 mendatang.

Kendati demikian, pihak berwenang Arab Saudi pun telah merilis aturan baru terkait ibadah umrah selama Ramadan, Senin (5/4/2021).

Melansir Tribunnews, Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi mengatakan dalam sebuah pernyataan, ada tiga kategori jemaah yang boleh menjalankan ibadah di Mekkah.

Dikutip dari Channel News Asia, tiga kategori tersebut yakni, mereka yang telah menerima dua dosis vaksin, dan orang-orang yang telah sembuh dari infeksi virus corona (Covid-19).

Kemudian, mereka yang telah disuntik vaksin dosis pertama setidaknya 14 hari sebelumnya.

Hanya orang-orang itu yang berhak mendapatkan izin umrah serta menghadiri salat di Masjidil Haram di kota suci Mekkah.

Demikian pula untuk orang-orang yang ingin masuk ke Masjid Nabawi di kota suci Madinah.

Baca juga: Info Haji 2021: Kemenag Siapkan Skenario Berbasis Kuota, Keselamatan Jemaah Jadi Prioritas

Baca juga: Arab Saudi Akan Izinkan Umrah Mulai Awal Ramadan 2021, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi

Adapun aturan tersebut akan dimulai pada akhir bulan April 2021.

Kementerian belum memutuskan berapa lama aturan itu akan berlangsung, apakah hanya selama Ramadhan atau hingga akhir tahun.

Namun, Kementerian berharap, dengan diberlakukannya kebijakan baru secara efektif dapat meningkatkan kapasitas operasional di Mekkah dan Madinah.

Lebih lanjut, pengumuman terkait aturan baru muncul setalah Raja Salman mengganti Menteri Haji dan Umrah pada bulan lalu.

Tepatnya kurang dari setahun setelah kerajaan mengalami penurunan drastis kunjungan jemaah haji.

Mohammad Benten dibebastugaskan dari jabatannya dan digantikan oleh Essam bin Saeed, menurut keputusan kerajaan yang diterbitkan oleh Saudi Press Agency (SPA).

Baca juga: Ada Perubahan Syarat Usia Jemaah Umrah Khusus Warga Negara Indonesia

Baca juga: Siap-siap, Jemaah Umrah Bisa Berangkat ke Tanah Suci, Arab Saudi Mencabut Larangan Penerbangan

Diketahui, pada akhir Juli 2020, kerajaan telah membatasi ziarah mengingat angka tambahan kasus Covid-19 dunia terus mengalami peningkatan.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved