Breaking News:

Ngaku untuk Hidupi 3 Anaknya, Janda Muda Jual Sabu dan Sediakan Layanan Plus-plus di Warung Kopi

Informasi yang didapatkan, NL ini menjual sabu-sabu satu paket dengan memberi layanan plus-plus.

Kompas.com/Handout
Ilustrasi narkoba 

TRIBUNBANTEN.COM- Seorang janda muda di jual sabu di warung kopi.

Pelaku juga menyediakan layanan plus-plus bagi pembeli.

Menurut pelaku, hal itu dilakukannya demi menghidupi 3 anaknya.

Baca juga: Diduga Bobol Sekolah, 2 Pria Bertato Ditangkap dan Merengek di Kantor Polisi

Baca juga: Remaja 18 Tahun Sering Berduaan di Kamar Bareng Pacar, Kepergok Warga setelah 4 Hari Diintai

Berikut cerita janda muda Blitar jual sabu diduga 'bonus' layanan plus di warung Tulungagung. Ia mengaku nekat melakukan itu karena bingung menghidupi 3 anaknya.
Berikut cerita janda muda Blitar jual sabu diduga 'bonus' layanan plus di warung Tulungagung. Ia mengaku nekat melakukan itu karena bingung menghidupi 3 anaknya. (Surya.co.id/Imam Taufiq)

Di usianya yang ke-31, NL warga Desa Ngeni, Kecamatan Wonotirto harus menghidupi 3 anaknya seorang diri alias single parent.

NL sebenarnya memiliki pekerjaan sebagai pelayan di sebuah warung kopi di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur.

Namun, ekonomi yang menghimpit dan pendapatan dari pelayan kopi tak mencukupi, NL pun melakukan pekerjaan terlarang.

Dia menjual sabu-sabu kepada pria hidung belang yang menjadi pelanggan warung kopi.

Namun, informasi yang didapatkan, NL ini menjual sabu-sabu satu paket dengan memberi layanan plus-plus.

Para bandar sabu-sabu selain memanfaatkan jaringan perempuan, mereka juga menggunakan pancingan agar si pengedar bisa memberikan layanan plus-plus.

Artinya, si pembeli dimanjakan karena bukan cuma bisa beli barang namun juga bisa mendapatkan pelayanan plus dari si perempuan itu.

Halaman
1234
Editor: Renald
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved