UPDATE TERKINI Kilang Balongan Beroperasi Normal, SP Pertamina Kembali Dipimpin Arie Gumilar

Arie Gumilar, terpilih sebagai Presiden Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) periode kepengurusan 2021-2024.

Tayang:
Editor: Glery Lazuardi
Tribun Cirebon/ Handhika Rahman
Kilang milik PT RU VI Balongan Indramayu terbakar, Senin (29/3/2021) dini hari. 

TRIBUNBANTEN.COM - Arie Gumilar, terpilih sebagai Presiden Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) periode kepengurusan 2021-2024.

Pemilihan Arie Gumilar sebagai Presiden FSPPB itu melalui Musyawarah Nasional.

Ini merupakan periode kedua, Arie Gumilar terpilih sebagai pimpinan serikat pekerja.

Arie Gumilar mengatakan amanah yang diembannya untuk kedua itu adalah sebuah musibah.

Sebab menjadi pemimpin sebuah organisasi yang besar dan membidangi sektor yang sangat strategis dalam penyediaan energi adalah hal yang penuh tantangan.

Meski begitu Arie siap mengubah sebuah musibah menjadi sebuah "rahmah" bagi kesejahteraan masyarakat Indonesia khususnya FSPBB.

"Innalilahi wainnailaihi ilaihi raji'un, buat saya yang dipercaya untuk memimpin organisasi satu periode kedepan adalah musibah namun dibalik musibah yang saya hadapi saya yakin dan saya percaya Allah SWT selalu membimbing kita semua," tutur Arie dalam keterangannya, Jumat (9/4/2021).

Arie berjanji akan melaksanakan dan menunaikan amanah tersebut dengan penuh rasa tanggung jawab agar ke depan bisa memimpin insan pekerja Pertamina tetap optimal dalam melayani kebutuhan energi nasional.

Namun begitu dia berharap agar selalu ada dukungan dari semua pihak agar perjuangan mewujudkan kedaulatan energi bisa bersama-sama dilakukan.

"Harapan besar dari saya sebagai Presiden terpilih adalah adanya dukungan penuh dari seluruh konstituen. Besar kecilnya, kuat lemahnya sebuah organisasi tergantung dari kesolidan dari seluruh anggota," imbuh Arie.

Dia menambahkan bahwa tantangan di sektor penyediaan energi ke depan akan semakin besar.

Oleh sebab itu diperlukan kekompakan dari seluruh unsur di tubuh Pertamina ataupun grupnya agar tantangan tersebut bisa dilalui dengan baik.

Dia optimis di kepengurusan FSPPB tiga tahun mendatang akan lebih baik dan solid.

"Perjuangan kedepan akan lebih berat bahkan berlipat beratnya dibanding periode yang sudah dilalui. Dinamika perubahan transpormasi perusahaan ini juga tantangan buat kita semua," pungkas Arie.

Kilang minyak di Balongan, Indramayu, Jawa Barat telah beroperasi normal.

Kilang minyak milik PT Pertamina (Persero) itu kembali beroperasi normal setelah terjadinya insiden kebakaraan di area Tangki T-301.

Kebakaran di kilang minyak milik PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) ini terjadi pada pukul 00.45 WIB, Senin (29/3/2021) lalu.

Corporate Secretary Subholding Refining & Petrochemical, Kilang Pertamina Internasional Ifki Sukarya mengatakan, sempat dilakukan normal shut down pada saat terjadinya insiden untuk meminimalisir dampak.

Kini tahapan start up pun telah dilakukan kembali.

Tahapan start up sudah dimulai sejak 31 Maret 2021 dengan menjalankan kembali primary processing CDU (Crude Destilation Unit).

Berikutnya dilakukan start up secondary processing unit secara bertahap, mulai dari unit RCC (Residual Catalytic Cracker) yang mengolah residu menjadi produk bernilai tinggi dan tanggal 7 April sudah beroperasi normal.

Serta pada unit KLBB (Kilang Langit Biru Balongan) yang menghasilkan produk BBM saat ini telah beroperasi normal.

"Dengan start up ini, Kilang Balongan akan memulai operasionalnya dan kembali memproduksi produk-produk kilang, diawali dengan produksi BBM," ujar Ifki dalam keterangan tertulis, Jumat (9/4/2021).

Ia mengatakan, untuk alih supply saat ini mulai disesuaikan secara bertahap, seiring dengan mulai beroperasinya kilang Pertamina Balongan.

Sebelumnya, selama Kilang Pertamina Balongan belum beroperasi normal, pasokan BBM untuk Jakarta dipenuhi dari kilang Pertamina lainnya.

Seperti Kilang Dumai, Cilacap, Balikpapan, dan Kilang TPPI Tuban dengan cara memaksimalkan kapasitas produksi.

"Pertamina menjamin pasokan BBM tetap aman tanpa perlu melakukan impor tambahan," katanya.

Adapun Kilang Pertamina Balongan memiliki kapasitas pengolahan sebesar 125.000 barel per hari atau setara dengan 12 persen dari total kapasitas produksi nasional.

Kilang ini punya peran strategis dalam menjaga kestabilan pasokan BBM, terutama Premium, Pertamax, dan LPG.

Terlebih kilang ini memasok kebutuhan BBM untuk DKI Jakarta, Banten, dan sebagian Jawa Barat yang merupakan sentra bisnis dan pemerintahan Indonesia.

"Produk utama Kilang Pertamina Balongan seperti Premium, Pertamax, Pertamax Turbo, Solar, Avtur, LPG, dan Propylene, semuanya memiliki kontribusi yang besar dalam menghasilkan pendapatan baik bagi perseroan maupun bagi negara," tutup Ifki.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pertamina: Kilang Balongan Sudah Beroperasi Normal"

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved