Breaking News:

Jembatan Penghubung 2 Desa di Pandeglang Terputus, Warga Tak Bisa Jual Hasil Panen: Tolong Kami Pak

jembatan permanen yang menghubungkan dua desa tersebut, yakni Desa Kadubelang Girang dan Desa Kadubelang Barat itu roboh akibat dihantam arus sungai

TribunBanten.com/Marteen Ronaldo Pakpahan
Jembatan rusak di Desa Kadubelang, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang, Banten rusak berat 

Laporan wartawan TribunBanten.com, Marteen Ronaldo Pakpahan

TRIBUNBANTEN.COM, PANDEGLANG - "Tolong kami pak, ini jembatan salah satunya yang kami gunakan sehari-hari menuju pasar, sekarang kami selalu berdoa sebelum melewati jembatan bambu ini," ujar Neni (42), warga yang kerap melintasi jembatan bambu sederhana yang kondisinya memprihatinkan.

Warga Kampung Kaduhelet Girang RT 07/03, Desa Kadubelang, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang, Banten ini tampak begitu emosional saat menceritakan dirinya bersama dengan warga lainnya yang harus bertarung nyawa dengan menyebrangi jembatan tersebut.

Pasalnya, jembatan permanen yang menghubungkan dua desa tersebut, yakni Desa Kadubelang Girang dan Desa Kadubelang Barat itu roboh akibat dihantam derasnya arus Sungai Cikoleang saat meluap pada Minggu lalu.

Berdasarkan pantauan TribunBanten.com, untuk menuju kampung tersebut membutuhkan waktu sekitar 2 jam dari pusat kota.

Tak hanya itu, akses jalan desa yang masih berlubang dan terjal tersebut menjadi rintangan untuk tiba di lokasi.

Jembatan sementara untuk warga Desa Kadubelang, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang, Banten
Jembatan sementara untuk warga Desa Kadubelang, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang, Banten (TribunBanten.com/Marteen Ronaldo Pakpahan)

Tidak ada jalan beraspal, hanya ada hamparan sawah dan jalan yang berlubang di sepanjang jalan menuju lokasi.

Setibanya di Lokasi pada pukul 14.00 WIB, TribunBanten.com pun menemukan lokasi jembatan yang terputus tersebut.

Baca juga: Sebuah Mobil Terjebak di Bebatuan Sungai Muhara Lebak, Alami Mati Mesin Usai Lewati Jembatan Rusak

Baca juga: Gaya Sandiaga Uno Kunjungi Agrinex di Pandeglang, Pakai Sneakers dan Baju Wonderful Indonesia

Kini, jembatan tersebut telah dibangun kembali dengan menggunakan bambu yang dikumpulkan dari pekarangan rumah warga.

Neni menjelaskan, pihaknya dan warga lainnya telah mengadukan perihal jembatan rusak ke pengurus desa, namun mereka mendapati jawaban kalau proses pengajuan ke Pemkab Pandeglang butuh waktu sekitar 2 minggu.

Halaman
12
Penulis: Marteen Ronaldo Pakpahan
Editor: Yudhi Maulana A
Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved