Breaking News:

Destinasi Wisata Sejarah di Kota Serang: Keraton Kaibon Peninggalan Kesultanan Banten ke-21

Banten, sebagai salah satu provinsi di Indonesia mempunyai sejarah panjang. Salah satu di antaranya yaitu Keraton Kaibon.

Penulis: Ahmad Tajudin | Editor: Glery Lazuardi
TRIBUNBANTEN/AHMADTAJUDIN
Keraton Kaibon 

Kediaman Ratu Aisyah dan Sultan Syaifuddin berada di ujung timur bangunan, tepatnya berada di pinggir jalan raya.

Ruangan itu dilengkapi dengan teknologi pendingin ruangan.

"Di dalam ruangannya terdapat lubang seperti kolam air dan terdapat sebuah papan yang ditopang oleh balok kayu di dalamnya," ujarnya.

Keraton itu sempat diserang oleh Gubernur VOC yakni Jendral Daen Dels pada tahun 1808.

Pada tahun 1808-1815 Keraton ini dipimpin oleh Ratu Aisyah.

Saat itu Sultan Maulana Muhammad Syafiuddin usianya masih lima tahun.

Pada tahun 1815 kesultanan Banten di hapus oleh Belanda dan masuk dalam wilayah kekuasaan Batavia.

Pada tahun 1816-1828 Keraton ini digunakan sebagai Pusat Pemerintahan Kadipaten (Kabupaten) Banten Rol yang memerintah atas pemerintahan Belanda.

Baca juga: Ziarah ke Makam Sultan Maulana Yusuf, Putra Sultan Maulana Hasanudin di Banten Lama

Baca juga: Ingin Tahu Sejarah Banten? Yuk Datang ke Banten Lama

Saat itu pemerintahan di pimpin oleh Aria Adi Santika.

Pada tahun 1932 Keraton ini di hancurkan oleh Belanda.

Material bekas bangunan ini dimanfaatkan untuk membangun pusat pemerintahan di Serang.

Kemudian berjalannya waktu, Keraton Kaibon ini dijadikan sebagai cagar budaya oleh pemerintah Indonesia.

Sumber: Tribun Banten
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved