Breaking News:

Tragedi Sriwijaya Air SJ 182

UPDATE Sriwijaya Air SJ 182: KNKT Unduh Rekaman Percakapan Penerbangan CVR

Pihak Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengumumkan perkembangan terkini hasil investigasi kasus kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ 182

Editor: Glery Lazuardi
Capture YouTube Kompas TV
Black box berisi Cockpit Voice Recorder (CVR) Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 ditemukan Selasa (31/1/2021) 

TRIBUNBANTEN.COM - Pihak Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengumumkan perkembangan terkini hasil investigasi kasus kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ 182.

Rekaman percakapan selama 2 jam termasuk percakapan saat mengalami kecelakaan berhasil didapatkan.

Pihak KNKT mengunduh data cockpit voice recorder (CVR) pesawat Sriwijaya Air SJ 182 pada Jumat (1/4). 

"KNKT berhasil mengunduh seluruh 4 channel dari CVR, akan tetapi channel 4 pada CVR mengalami gangguan. Meski demikian, berdasarkan rekaman tersebut, telah menambah data penting bagi investigasi yang hasilnya akan disampaikan dalam laporan akhir (Final Report)," kata Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono dalam keterangan tertulis, Selasa (13/4/2021).

Baca juga: Mengenal Kapal TSHD King Arthur 8, Temukan Black Box Sriwijaya Air yang Tertimbun Lumpur 1 Meter

Baca juga: CVR Sriwijaya Air Ditemukan Pakai Kapal Penyedot Lumpur, Tim Hampir Menyerah di Hari Akhir Pencarian

Soerjanto lalu menjelaskan rangkaian investigasi kecelakaan yang dialami pesawat tujuan Pontianak pada 9 Januari lalu itu.

Awalnya, ia mengatakan tiga hari pasca terjadinya kecelakaan atau pada 12 Januari, Flight Data Recorder (FDR) pesawat itu berhasil ditemukan.

Setelahnya pada 10 Februari, hasil data yang telah diolah oleh KNKT diumumkan kepada publik melalui laporan awal investigasi (preliminary report).

Lalu, lanjut dia, sampai dengan berakhirnya proses pencarian korban SJ-182 yang dipimpin oleh Basarnas pada 22 Januari, CVR belum ditemukan.

Untuk itu, KNKT melanjutkan proses pencarian CVR di sekitar area ditemukannya FDR.

"Tanggal 26 Januari 2021 sampai dengan tanggal 14 Februari 2021, tim KNKT bersama dengan tim penyelam dari Pulau Pari (Kepulauan Seribu) melanjutkan pencarian CVR dengan pembuatan perimeter 50 x 50 meter di bawah air oleh para penyelam," ucap dia.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved