6 Tips Investasi Emas yang Mudah Bagi Pemula, Dijamin Aman dan Tak Pernah Rugi

Emas menjadi salah satu bentuk investasi yang diminati masyarakat. Selain menghasilkan aset nyata, investasi emas tahan inflasi.

Penulis: Amanda Putri Kirana | Editor: Glery Lazuardi
TribunBanten.com/Amanda Putri Kirana
Suasana gerai Galeri 24 Serang PT Pegadaian (Persero) di Jalan Pangeran Diponegoro I, Kotabaru, Kota Serang, Banten, Rabu (14/4/2021). 

Laporan TribunBanten.com, Amanda Putri Kirana

TRIBUNBANTEN.COM - Emas menjadi salah satu bentuk investasi yang diminati masyarakat.

Selain menghasilkan aset nyata, investasi emas tahan inflasi dan memiliki nilai return yang relatif lebih tinggi dibanding investasi lainnya seperti saham, valas, dan deposito.

Namun, bagi anda yang ingin memulai investasi emas, diperlukan langkah-langkah bijak agar menguntungkan.

Baca juga: Mau Investasi Saham tapi Bingung? Ini Waktu yang Tepat untuk Mulai, Tumbuh Pesat di Kuartal I 2021

Baca juga: OJK Sebut Investasi Ilegal Masih Marak Ditemui, Ini Cara untuk Mengenali Ciri-cirinya

Regional Manager Tangerang dan Banten Galeri 24 Henny Hendrawati mengatakan, langkah awal yang harus dilakukan adalah tidak menunda-nunda investasi.

“Mulailah investasi dari sekarang agar bebas finansial di masa depan. Jika ada uang dan memang sudah niat, langsung beli saja,” kata Henny di Galeri, Jalan Pangeran Diponegoro Serang, Banten, Rabu (14/4/2021).

Bagi anda yang akan memulai investasi namun masih ragu, coba simak tips investasi emas untuk investor pemula di bawah ini.

Berikut beberapa tips yang perlu diperhatikan ketika anda memulai investasi emas.

1. Menentukan tujuan investasi emas

Saat ini ada dua jenis emas yang banyak dibeli masyarakat.

Yaitu perhiasan dan emas batangan atau logam mulia.

Tidak hanya menjadi aksesoris yang digunakan untuk mempercantik penampilan.

Banyak orang menjadikan perhiasan emas sebagai sebuah investasi dalam jangka waktu panjang.

Namun perlu diketahui emas perhiasan tidak terlalu menguntungkan karena imbal hasilnya akan dipotong dengan biaya-biaya pembuatan.

Berbeda dengan logam mulia yang nilainya stabil dalam waktu lama.

Oleh karena itu sebelum mulai investasi, anda harus memperhatikan tujuannya.

“Jika tujuannya murni untuk investasi maka disarankan membeli logam mulia, namun jika sambil di pakai beli perhiasan,” kata Henny.

Selain itu, ketika membeli emas baik perhiasan maupun logam mulia, anda harus memahami dua macam harga yang berlaku, yaitu harga jual dan harga buyback.

Harga jual merupakan harga ketika membeli emas dari tempatnya.

Sedangkan harga buyback adalah harga beli oleh tempat beli emas ketika anda menjual emas tersebut kepada mereka.

Beda harga jual dan harga buyback emas batangan terbilang cukup tinggi jika dilakukan dalam jangka waktu dekat dan anda akan merugi.

Jika anda bertujuan untuk mendapatkan keuntungan di masa dengan dengan imbal yang tinggi, maka emas harus disimpan dalam kurun waktu yang lama minimal satu tahun.

2. Menyesuaikan dengan kemampuan finansial

Saat memulai investasi emas, sebaiknya anda tidak terbawa emosi mengalihkan seluruh pendapatan untuk membeli emas atau bahkan rela berutang untuk membeli emas.

Gunakan dana yang tidak akan terpakai dalam waktu dekat atau tabungan untuk investasi.

Namun perlu diingat jika anda menginginkan perputaran uang yang cepat, mungkin pilihan investasi emas ini kurang cocok.

3. Memikiran waktu investasi

Memang benar untuk tidak menunda-nunda investasi jika memiliki dana lebih, namun tetap pantau terus harga emas di pasar dan jangan lupa untuk mempelajari tren harga.

Untuk para pemula dapat menerapkan teknik investasi emas klasik, yakni membeli emas saat harga cukup murah dan menjualnya kau sudah naik dan selisih jualnya cukup banyak.

4. Memilih jenis emas yang sesuai dan memperhitungkan kredibilitas perusahaan

Bagi pemula disarankan untuk berinvestasi dalam bentuk logam mulia karena lebih menguntungkan sebagai simpanan masa depan.

Keuntungan lainnya jika anda berinvestasi logam mulia adalah harga jualnya yang cenderung lebih tinggi.

Selain itu anda juga harus memperhatikan kredibilitas perusahaan pembuat emas.

Jangan sampai anda tertipu dengan emas atau sertifikat palsu yang berujung mendatangkan kerugian.

Di Indonesia, terdapat beberapa vendor logam mulia yang sudah terjamin kualitasnya dan mudah ditemui di pasaran, seperti PT Aneka Tambang (Antam), Untung Bersama Sejahtera (UBS), Lotus Archie, dan Galeri 24.

Biasanya kepingan logam mulia tersedia dalam beberapa ukuran mulai dari 0,5 gram hingga 1.000 gram.

Henny menjelaskan, dari berbagai merk yang tersedia perbedaannya hanya pada pabrik pembuatan, tulisan, dan harganya saja.

“Untuk barangnya semua emas dan fungsinya juga semua sama untuk investasi,” jelas Henny.

5. Membuat tabungan emas

Tabungan emas merupakan layanan pembelian dan penjualan emas dengan cara membeli emas dalam bentuk logam mulia 24 karat melalui fasilitas seperti menabung.

Jumlah uang yang disetorkan ke rekening tabungan emas, langsung dikonversikan ke dalam satuan berat emas.

Setelah tabungan terkumpul, maka anda bisa mencetak emas yang dimiliki atau menjual kembali saat membutuhkan uang tersebut.

6. Perhatikan penyimpanan emas dan penurunan nilai karena rusak

Emas tidak bisa disimpan dengan sembarangan karena berisiko hilang atau dicuri.

Untuk mengatasi hal tersebut, penyimpanan emas bisa dilakukan di rumah menggunakan brankas atau memanfaatkan jasa safe deposit box (SDB) yang dimiliki oleh lembaga-lembaga keuangan.

Jika tidak dirawat dengan baik, emas dapat mengalami oksidasi dan memudar warnanya. Hal ini tentunya akan mengurangi nilai tukar emas.

Sumber: Tribun Banten
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved