Breaking News:

Tak Perlu Jauh-jauh ke Timur Tengah, Kini Wisata Kebun Kurma Ada di Cilegon

Hendra mengatakan, pengunjung bisa memetik sendiri buah kurma langsung dari pohonnya saat panen tiba.

Penulis: Ahmad Tajudin | Editor: Abdul Qodir
Tribunbanten.com/Ahmad Tajudin
Perkebunan agrowisata Waras Farm, Cikerai, Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon, Banten, Minggu (18/4/2021). Ada banyak jenis pohon kurma di perkebunan tersebut. 

Butuh waktu sekitar satu bulan agar buah kurma tersebut matang di pohon.

"Ketika warnanya sudah kuning, itu baru bisa di panen," jelasnya.

Perkebunan agrowisata Waras Farm, Cikerai, Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon, Banten, Minggu (18/4/2021). Ada banyak jenis pohon kurma di perkebunan tersebut.
Perkebunan agrowisata Waras Farm, Cikerai, Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon, Banten, Minggu (18/4/2021). Ada banyak jenis pohon kurma di perkebunan tersebut. (Tribunbanten.com/Ahmad Tajudin)

Hendra menjelaskan, ada beberapa fase dalam perkembangan buah kurma, yakni mulai hababouk, kimri, khalal, khalal, dan ruthob.

"Usia 0 sampai tiga minggu dinamakan fase Hababouk, 4 sampai 8 minggu dinamakan Kimri, 12 minggu dinamakan fase Khalal dan jika sudah empat bulan dinamakan Ruthob," ujarnya.

Baca juga: Tiket Masuk Kawasan Pantai Anyer Mencapai Rp100.000, Dinas Pariwisata Tak Bisa Berbuat Banyak

Saat ini pohon kurma yang berada di agrowisata miliknya, masih dalam fase kimri dan fase khalal.

Dalam budidaya tanaman kurma ini, Hendra telah membudidayakan tanaman kurma ini sejak tahun 2015.

Saat ini perkebunannya memiliki ratusan bibit kurma, namun yang tumbuh berkembang baru ada sekitar 50 tanaman.

Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved