Breaking News:

Bagaimana Nasib Perusahaan yang Tak Mampu Bayar THR Karena Covid? Ini Kata Disnakertrans Serang

sesuai ketentuan pemberian THR bagi pegawai yang sudah setahun bekerja berhak mendapatkan satu kali gaji.

Penulis: desi purnamasari | Editor: Yudhi Maulana A
Shutterstock/Melimey
Ilustrasi rupiah - Bantuan langsung tunai (BLT) Program Keluarga Harapan (PKH) dari kementerian Sosial 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Desi Purnamasari

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Pemerintah mengumumkan bahwa tunjangan hari raya (THR) keagamaan wajib dibayarkan penuh kepada pekerja dan buruh.

Adapun aturan soal pemberian THR keagamaan tertuang dalam Surat Edaran Nomor M/6/HK.04/IV/2021.

Sekertaris Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Serang, Diana Utami mengatakan sesuai dengan surat edaran Menteri Ketenagakerjaan THR wajib dibayarkan maksimal 7 hari sebelum Lebaran.

"Pemberian THR keagamaan merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan oleh pengusaha kepada karyawannya," ujarnya kepada TribunBanten.com, Senin (19/4/2021).

Pembayaran THR sesuai dengan Peraturan Menteri Tenaga Kerja (Permenaker) Nomor 6 Tahun 2016 tentang THR Keagamaan bagi Pekerja BuruhPo di Perusahaan dan Surat Edaran Menaker Nomor M/HK.04/IV/2021.

Yakni, sesuai ketentuan pemberian THR bagi pegawai yang sudah setahun bekerja berhak mendapatkan satu kali gaji.

Baca juga: Disnaker Kabupaten Serang Segera Buka Posko Pengaduan THR, Wajib Diberikan Maksimal H-7 Lebaran

Baca juga: Posko Pengaduan THR Kota Serang Dibuka di Kantor Disnakertrans, Silakan Datang Jika Ingin Mengadu

Sementara untuk pekerja yang masa kerjanya belum setahun diberikan THR yang proporsional, sesuai dengan perhitungan masa kerja dibagi 12 (bulan) dikali upah satu bulan.

Sementara itu, bagi perusahaan yang tidak mampu membayarkan THR sekaligus karena alasan terdampak Covid-19 atau mengalami kerugian, maka akan dimintai pembuktiannya.

"Perusahaan bisa membuktikan ketidakmampuan untuk membayar THR tahun 2021 secara tepat waktu kepada karyawan, berdasarkan laporan keuangan internal perusahaan yang transparan," ujarnya saat ditemui diruang kerjanya.

Selain itu, perusahaan dapat membuat kesepakatan secara tertulis dan memuat waktu pembayaran THR dengan syarat paling lambat dibayar sampai sebelum hari raya keagamaan 2021 karyawan yang bersangkutan.

Jelasnya, bila ada perusahaan yang telat membayarkan THR akan dikenakan sanksi mulai dari teguran sampai dengan pencabutan izin usaha.

Namun demikian, selama ini tidak pernah ada perusahaan di Kabupaten Serang yang tidak membayarkan THR kepada karyawannya.

Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved