Breaking News:

Digitalisasi Jadi Satu Pendorong Pertumbuhan Ekonomi Banten, Bank Indonesia: Masuk Peradaban Baru

digitalisasi juga mendisrupsi fungsi-fungsi konvensional, termasuk pada sektor keuangan

dokumentasi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten
Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Banten menggelar Forum Sistem Pembayaran bertema "Elektronifikasi Pembayaran dan Keuangan Daerah", Senin (19/4/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Banten.com, Amanda Putri Kirana

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Banten menggelar Forum Sistem Pembayaran bertema "Elektronifikasi Pembayaran dan Keuangan Daerah", Senin (19/4/2021).

Kegiatan yang digelar di Hotel Swiss Bell Tangerang Selatan dan disiarkan secara daring ini guna mendukung akselerasi digitalisasi ekonomi.

Tujuannya untuk mewujudkan tren digitalisasi yang kini mempengaruhi perekonomian dan mengubah pola transaksi masyarakat.

Baca juga: Bank Indonesia Provinsi Banten Dorong Pengembangan UMKM Daerah

Selain itu, digitalisasi juga mendisrupsi fungsi-fungsi konvensional, termasuk pada sektor keuangan sehingga membutuhkan metode pembayaran yang serba cepat, mobile, aman, dan murah. 

Kepala BI Provinsi Banten Erwin Soeriadimadja mengatakan saat ini aktivitas ekonomi di Banten mulai berangsur pulih dan menunjukkan perbaikan.

Bermula dari perekonomian Banten pada triwulan III dan IV 2020 yang mengalami perkembangan dibandingkan triwulan sebelumnya. 

“Secara triwulanan kami catat positif sebesar 3,01 persen, meskipun secara keseluruhan masih terkontraksi sebesar 3,9 persen,” kata Erwin.

Menurutnya, pada 2021 pertumbuhan ekonomi di Banten diperkirakan akan melanjutkan tren peningkatan dipacu oleh kinerja ekspor, konsumsi, dan investasi.

Baca juga: Polda Siap Mengawal Akselerasi Digitalisasi Ekonomi dan Keuangan di Banten

Hal tersebut juga didorong oleh peningkatan konsumsi rumah tangga karena dilanjutkannya stimulus fiskal oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

Erwin berharap defisit transaksi berjalan akan tetap terkendali dalam batas yang aman sehingga dapat mendukung ketahanan sektor eksternal di Indonesia.

“Kami memperkirakan kredit akan meningkat sebesar 5-7 persen di 2021, sedangkan dana pihak ketiga (DPK) akan bergerak meningkat 7-9 persen,” ujar Erwin.

Kemudian, dari sisi perkembangan harga, inflasi diperkirakan masih berada pada sasaran inflasi nasional sebesar 3,0% ± 1%. 

Baca juga: Digitalisasi Ekonomi: Buka 26 Juta Lapangan Pekerjaan dan Konsumsi Naik 30%, Tapi Ini Risikonya

“Satu di antara faktor utama penyebab pertumbuhan ekonomi di Banten adalah digitalisasi di bidang tersebut, karena saat ini kita masuk ke peradaban baru serba digital," ucap Erwin.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banten
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved