Breaking News:

Ratusan Kitab Syekh Nawawi Masih Tersimpan Rapi di Bait Nawawi Kabupaten Serang, Dipakai hingga Kini

Dia berasal dari keturunan Sultan Maulana Hasanuddin Banten, serta dari lingkungan keluarga religius. 

TribunBanten.com/Mildaniati
Bait Nawawi di Kampung Tanara, Desa Tanara, Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang. 

Laporan Reporter TribunBanten.com, Mildaniati

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Di Kampung Tanara, Desa Tanara, Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang, lahir seorang ulama besar bernama Syekh Nawawi bin Umar pada 1813.

Ayahnya bernama Kiyai Umar.

Dia berasal dari keturunan Sultan Maulana Hasanuddin Banten, serta dari lingkungan keluarga religius. 

Pengurus Bait Nawawi, Moh Aryudin mengatakan Syekh Nawawi dikenal sebagai ulama yang produktif menulis kitab.

Baca juga: Melihat Pelaksanaan Ramadan di Masjid Istiqlal, Tak Gelar Buka Bersama Hanya Salat Tarawih Berjamaah

“Ada 115 kitab karangan Syekh Nawawi, di antarnya Tankih Qoul, Nurud Dolam, Tafsir Munir, Safinatunnaja, dan Riyadul Badi’ah,” ujarnya kepada TribunBanten.com di rumahnya di samping Bait Nawawi, Sabtu (17/4/2021).

Syekh Nawawi berangkat ke Makkah untuk memperdalam ilmu pengetahuannya pada usia 15 tahun.

“Dia belajar di Makkah selama 3 tahun untuk menguasai bahasa Arab, ilmu kalam, mantik, hadis, tafsir, dan fikih,” katanya. 

Masjid Agung Tanara di Kampung Tanara, Desa Tanara, Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang.
Masjid Agung Tanara di Kampung Tanara, Desa Tanara, Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang. (TribunBanten.com/Mildaniati)

Setelah dari Makkah, Syekh Nawawi kembali ke Banten.

Namun, setelah satu tahun, dia kembali ke Makkah untuk mendalami keilmuannya.

Halaman
123
Editor: Agung Yulianto Wibowo
Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved