Breaking News:

Dukung Penuh Kejati Banten Usut Dugaan Pemotongan Dana Hibah Ponpes, Gubernur: Harus Dituntaskan

Biar semuanya jelas, semua transparan. Biar semuanya nanti tidak mengulangi perbuatan itu. Ini dalam rangka melawan korupsi

dokumentasi Pemprov Banten
Gubernur Banten Wahidin Halim 

TRIBUNBANTEN.COM, BANTEN - Tim penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten menggeledah gudang penyimpanan dokumen hibah pondok pesantren, Senin (19/4/2021)

Gudang penyimpanan itu berada di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B) di Serang.

Selain gudang, penyidik juga menggeledah kantor Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Banten.

Gubernur Banten Wahidin Halim sangat mendukung upaya Kejati Banten untuk mengusut kasus dugaan pemotongan dana hibah bagi pondok pesantren.

Baca juga: Penyidik Kejati Banten Geledah 3 Tempat di KP3B, Empat Mobil Angkut Dokumen Hibah Pondok Pesantren

"Biar semuanya jelas, semua transparan. Biar semuanya nanti tidak mengulangi perbuatan itu. Ini dalam rangka melawan korupsi."

"Kita cegah, kita lawan, kita berantas korupsi yang ada di Banten. Itu kan komitmen saya," ujarnya lewat keterangan resmi yang diterima TribunBanten.com, Senin. 

Dia juga mendukung Kejati Banten untuk menangkap semua orang yang terlibat agar dihukum sesuai dengan perbuatannya.

"Saya rasa ini memang harus dituntaskan, dan saya bersyukur kita bisa tuntaskan ini. Kita bisa dapatkan orang-orang yang mana yang terlibat agar bisa dihukum."

"Bukan nilai besar kecilnya, tapi lebih kepada syahwatnya yang tidak punya nurani tidak punya hati. Saya ucapkan terima kasih kepada kejaksaan, terima kasih banyak, semangat untuk memberantas korupsi di Banten,“ ucapnya.

Meski mengaku bersyukur atas terkuaknya kasus ini, dia mengaku heran terhadap orang yang tega memotong dana hibah yang provinsi sediakan khusus untuk pondok pesantren dan kiai.

Tim penyidik Kejaksaan Tinggi Banten menyegel sebuah ruangan setelah penggeledahan, Senin (19/4/2021).
Tim penyidik Kejaksaan Tinggi Banten menyegel sebuah ruangan setelah penggeledahan, Senin (19/4/2021). (dokumentasi Kejati Banten)

"Bukan hanya melanggar hukum, tapi secara moralitas kok tega-teganya duit Pak Kiai. Buat Pak Kiayi, atas inisiatif dan sebagai bentuk penghargaan gubernur kepada kiai dengan seenaknya dipotong atau enggak kasih. Itu tidak amanah, itu perbuatan zalim, saya enggak terima," katanya. 

Seharusnya semua bisa menahan diri untuk tidak mengambil hak milik orang lain.

Apalagi saat ini adalah bulan Ramadan yang seharusnya dijadikan sebagai momentum untuk bisa mengendalikan diri dari keserakahan. 

"Tiap tahun kita puasa Ramadan, kita dilatih untuk mengendalikan diri kita, syahwat, hawa nafsu, kita dilatih untuk tidak menjadi serakah. Saya pikir itu kan pesan-pesan secara esensial dari puasa Ramadan, harus kita implementasi dalam kehidupan sehari-hari," ucapnya.

Editor: Agung Yulianto Wibowo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved