Breaking News:

Polda Banten, Sumsel & Lampung Gelar Rakor Operasi Ketupat, Petakan "Jalur Tikus" Jawa-Sumatera

Sebagai tindaklanjut larangan mudik Lebaran 1442 H, sebanyak tiga kepolisian daerah (Polda) menggelar rapat koordinasi.

Tribunnews/Dea Duta Aulia
Ilustrasi Mudik Menggunakan Armada Transportasi Bus 

TRIBUNBANTEN.COM - Sebagai tindaklanjut larangan mudik Lebaran 1442 H, sebanyak tiga kepolisian daerah (Polda) menggelar rapat koordinasi.

Tiga Polda yaitu, Polda Sumatera Selatan, Polda Lampung, dan Polda Banten. Rapat koordinasi untuk melakukan penyekatan jalur-jalur mudik yang ada di wilayah masing-masing.

Rapat koordinasi penyekatan jalur-jalur mudik ini, dilaksanakan di Polda Lampung, pada Selasa (20/4/2021).

Hal ini, karena Lampung disinyalir menjadi pintu masuk dan keluar pemudik dari Sumatera Selatan ataupun Banten.

Baca juga: Polwan Polda Banten Gelar Patroli Nong Jawara di Pasar Rau dan Pasar Lama Kota Serang, Ada Apa?

Baca juga: Marak Aksi Perang Sarung, Kabid Humas Polda Banten Ingatkan Orang Tua Awasi Anak

Dirlantas Polda Sumsel Kombes Pol CF Hotman Sirait mengatakan, rapat koordinasi itu bertujuan untuk penyekatan antar wilayah perbatasan bisa berjalan lancar dan tidak ada miss komunikasi.

"Kalau di Sumsel, orang mau ke pulau Jawa pasti melalui Lampung. Begitu pula sebaliknya, dari Jawa pasti mau ke Sumatera pasti melalui Banten. Inilah yang dibahas mengenai penyekatan di perbatasan dan pendirian pos pemantauan," ujar Hotman, Selasa (20/4/2021).

Untuk wilayah Sumsel sendiri, nantinya Ditlantas Polda Sumsel akan mendirikan sejumlah pos pemantau dan penyekat. Pos ini dibangun baik di perbatasan wilayah Sumsel, Tol dan juga jalan alteri atau jalur umum.

Pertama untuk wilayah perbatasan, Polda Sumsel melalui Ditlantas akan membangun pos pemantau dan penyekatan. Selain itu juga, menyiagakan personil gabungan di pos pemantau tersebut selama 24 jam.

"Untuk di tol, juga kami bangun pos pemantauan dan penyekatan. Pos ini dibangun di pintu masuk tol yang ada di perbatasan dan juga di dalam jalur tol. Sehingga, selama 24 jam bisa terus terpantau kendaraan yang akan masuk maupun keluar," jelasnya.

Baca juga: Antisipasi Perang Sarung, Polda Banten Makin Gencar Patroli Selama Ramadan

Baca juga: Polda Banten Gelar Operasional Triwulan I Tahun 2021, Wakapolda: Tantangan Tugas Polri Semakin Berat

Selain itu, di jalur alteri juga akan dibangun pos pemantau dan penyekatan. Sejumlah titik jalan alteri baik itu jalur lintas timur hingga tengah akan dibangun pos pemantau dan penyekatan. Termasuk, menyiagakan personil gabungan di pos tersebut.

Halaman
12
Editor: Glery Lazuardi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved