Breaking News:

Dana Hibah Pesantren Disunat, Swasta Tersangka, Pimpinan 150 Ponpes Diperiksa Kejati Banten

"Ada pemotongan yang dilakukan di lapangan, tidak sesuai dengan yang seharusnya didapatkan oleh si penerima," ujarnya.

bantenprov.go.id
Gubernur Banten Wahidin Halim secara simbolis menyalurkan dana hibah terhadap 130 pondok pesantren dari Pemprov Banten di Aula Masjid Raya AlBantani KP3B, Curug, Kota Serang, Selasa (18/2/2020). 

Laporan Wartawan TribunBanten.com Ahmad Tajudin

TRIBUNBANTEN.COM, KOTA SERANG - Kejaksaan Tinggi Banten menemukan alat bukti terjadinya korupsi berupa pemotongan dana hibah 150 pondok pesantren Pemprov Banten Tahun 2020, senilai Rp117 miliar.

Jaksa penyidik Kejati Banten pun telah menetapkan ES, pihak swasta, sebagai tersangka pemotongan dana hibah pondok pesantren tersebut.

Terkini, jaksa penyidik meminta keterangan satu per satu dari pimpinan 150 ponpes penerima dana hibah tersebut.

"Tim masih melakukan klarifikasi dan konfirmasi ulang terhadap beberapa penerima dana hibah," ujar Asep Mulyana kepada awak media saat berada di kantor Kejaksaan Tinggi Banten, Jalan Raya Pandeglang, Kota Serang, Kamis (22/4/2021).

Kepala Kejaksaan Tinggi Provinsi Banten Asep Mulyana menjelaskan ke wartawan tentang kasus korupsi pengadaan lahan UPTD Samsat Malingping, kantor Kejati Banten, Kota Serang, Kamis (22/4/2021).
Kepala Kejaksaan Tinggi Provinsi Banten Asep Mulyana menjelaskan ke wartawan tentang kasus korupsi pengadaan lahan UPTD Samsat Malingping, kantor Kejati Banten, Kota Serang, Kamis (22/4/2021). (Tribunbanten.com/Ahmad Tajudin)

Asep mengatakan ada temuan alat bukti bahwa tersangka ES selaku pihak swasta melakukan pemotongan dana hibah ponpes dari Pemprov Banten, khususnya dana hibah untuk ponpes di wilayah Kabupaten Pandeglang.

"Ada pemotongan yang dilakukan di lapangan, tidak sesuai dengan yang seharusnya didapatkan oleh si penerima," ujarnya.

Baca juga: Penyidik Kejati Banten Geledah 3 Tempat di KP3B, Empat Mobil Angkut Dokumen Hibah Pondok Pesantren

Baca juga: Tegas Bongkar Kasus Pemotongan Dana Hibah Ponpes, Gubernur Banten Diapresiasi Banyak Tokoh

Adapun para pimpinan ponpes penerima dana hibah dimintai keterangan lantaran ada temuan kejanggalan dalam verifikasi dokumen ponpes penerima dana hibah.

Ada beberapa ponpes tetap menerima bantuan dana hibah kendati hasil verifikasi dokumen ponpes itu menunjukkan tidak lengkap dan janggal.

Ilustrasi korupsi dan mark up
Ilustrasi korupsi dan mark up (Kompas via Kompas.com)

Dari pemeriksaan Kejati Banten, diketahui ada 4.026 pondok pesantren di Banten yang dimasukkan sebagai penerima dana hibah dari Pemprov Banten pada Tahun Anggaran 2020. Masing-masing pondok pesantren menerima bantuan dana hibah puluhan juta rupiah.

Halaman
123
Penulis: Ahmad Tajudin
Editor: Abdul Qodir
Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved