Breaking News:

Geger BLT UMKM di Pandeglang Disunat Rp 300 Ribu-Rp 600 Ribu oleh Pihak Desa, Penerima Bingung

Sebab, potongan maupun pungutan liar dari dana BLT UMKM sangat memberatkan mengingat dana tersebut sangat dibutuhkan untuk usaha kecilnya.

hai.grid.id
Ilustrasi Uang-Syarat dan Cara Dapatkan BLT UMKM Rp 2,4 Juta, Bantuan UMKM Diperpanjang hingga Desember 2020. 

Laporan wartawan Tribunbanten.com, Marteen Ronaldo Pakpahan

TRIBUNBANTEN.COM, PANDEGLANG - Sejumlah penerima BLT UMKM di Desa Sukaratu, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang, Banten, kecewa dan kebingungan lantaran dana BLT UMKM Rp 1,2 juta dari pemerintah pusat dikenakan potongan Rp 200 ribu sampai Rp 600 ribu oleh pihak kantor desa saat pencairan.

Pegawai kantor desa beralasan potongan tersebut sebagai biaya memproses pencairan BLT UMKM.

Hal itu di antaranya menimpa Abdul Fatah (40), salah satu penerima BLT UMKM di Desa Sukaratu, seperti disampaikan kepada TribunBanten.com, Jumat (23/4/2021) .

Fatah menceritakan, mulanya ia meminta sang istri melakukan pencairan dana BLT UMKM di kantor BRI di kecamatan tempat tinggalnya pada Kamis (22/4/2021).

Namun, pihak kantor BRI setempat justru memintakan syarat surat pengantar dari desa.

Dan saat mengurus surat pengantar di kantor desa tempat tinggalya, justru pegawai setempat meminta uang untuk proses percepatan pencairan BLT UMK sebesar Rp 300 ribu.

Baca juga: Diduga Pungli Rp1,6 Juta Per Murid, Kepala Sekolah SMPN 18 Tangsel Hanya akan Diberi Teguran

Baca juga: Dana Hibah 150 Pesantren Disunat, Pengurus Ponpes dan Honorer Pemprov Banten Tersangka

Pihak kantor desa tersebut juga menyampaikan dana BLT UMKM bisa lebih cepat cair jika menyerahkan uang Rp600 ribu.

Karena butuh, akhirnya Abdul Fatah dan istri hanya bisa memberikan uang yang diminta pihak kantor desa.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki dalam acara Percepatan Perputaran Ekonomi Lokal, Launching Bela Pengadaan dan Laman UMKM serta Pasar Digital UMKM secara virtual, Senin (17/8/2020).
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki dalam acara Percepatan Perputaran Ekonomi Lokal, Launching Bela Pengadaan dan Laman UMKM serta Pasar Digital UMKM secara virtual, Senin (17/8/2020). (Dok. Humas Kemenkop UKM)

Menurut Fatah, pungutan liar atau potongan ini bukan pertama terjadi. Sebab, pada saat pencairan BLT UMKM tahun 2020 sebesar Rp 2,4 juta, potongan serupa juga terjadi. 

Halaman
1234
Penulis: Marteen Ronaldo Pakpahan
Editor: Abdul Qodir
Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved