Breaking News:

Marak Penambangan Ilegal di Selatan Banten, DLH Wanti-wanti Banjir Bandang Seperti 2020

Kejadian itu diyakini pemerintah daerah akibat aktivitas penambangan emas ilegal di Taman Nasional Halimun Salak.

ANTARA/M Bagus Khoirunas via TroibunJogja.com
Sejumlah bangunan rusak akibat diterjang banjir bandang di Desa Sajira, Lebak, Banten. 

Laporan wartawan TribunBanten.com, Marteen Ronaldo Pakpahan

TRIBUNBANTEN.COM, LEBAK - Kasus penambangan emas ilegal banyak terjadi kawasan hutan di Gunung Liman, Desa Cibarani, Kecamatan Citeren, Kabupaten Lebak, Banten.

Selain merusak tempat yang disakrakalkan masyarakat Suku Baduy, aktivitas penambangan liar yang merusak alam itu akan berdampak pada banjir bandang seperti pada awal 2020.

"Yang kita khawatirkan akibat penambangan emas ilegal tersebut akan terjadi banjir bandang seperti tahun 2020 yang lalu, dimana pada saat hujan turun, hutan kita tidak dapat menyerap air lantaran sudah banyak rusak," ujar Kepala Bidang Penataan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup Kabupaten Lebak, Dasep Novian, saat dihubungi, Jumat (23/4/2021).

Banjir bandang pernah menimpa pemukiman pendudukan di Lebakgedong, Lebak pada awal 2020. Kejadian itu diyakini pemerintah daerah akibat aktivitas penambangan emas ilegal di Taman Nasional Halimun Salak.

Baca juga: Viral Masyarakat Adat Baduy Meminta Tolong Karena Hutan Terlarang Dirusak Penambang Emas Ilegal

Baca juga: Penambangan Emas Ilegal di Gunung Liman Ancam Masyarakat Baduy, DLH Lebak Angkat Tangan

Gurandil meninggalkan sisa lubang penambangan emas ilegal di Gunung Liman, Kabupaten Lebak, Banten
Gurandil meninggalkan sisa lubang penambangan emas ilegal di Gunung Liman, Kabupaten Lebak, Banten (Dok Desa Cibarani)

Informasi yang diperoleh oleh Tribunbanten.com, aktivitas penambangan ilegal terjadi selama 3 sampai 4 kali di hutan Gunung Liman, namun tidak terendus oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

Para pelaku dengan leluasa mendirikan tempat tidur mereka dengan menggunakan tenda dan melakukan pengerukan terhadap kawasan yang terlarang tersebut.

Baca juga: Para Penambang Emas Ilegal Tinggalkan Lubang di Gunung Liman yang Disakralkan Masyarakat Baduy

Baca juga: Kasasi Pemerkosa dan Pembunuh Gadis Baduy Ditolak, Pelaku Tetap Dihukum Mati!

Dasep mengatakan pihaknya rutin melakukan pemantauan terhadap aktivitas penambangan emas ilegal yang ada di wilayah Selatan Banten tersebut, termasuk di Gunung Liman.

Para panatua atausesepuh Suku baduy sedih dengan kondisi Gunung Liman, Desa Cibarani, Kabupaten Lebak, Banten, Kamis (22/4/2021).
Para panatua atausesepuh Suku baduy sedih dengan kondisi Gunung Liman, Desa Cibarani, Kabupaten Lebak, Banten, Kamis (22/4/2021). (Instagram)

Akan tetapi, karena tidak mempunyai kewenangan yang pasti, dirinya pun tak dapat berbuat banyak dengan maraknya aktivitas penambangan emas tersebut.

"Kita berharap ada upaya untuk diberhentikan secara menyeluruh semua aktivitas yang tidak baik dan menimbulkan bencana dan banyak orang yang terluka akan hal tersebut. Oleh karenanya pihak Pemprov dan Pusat harus segera turun tangan," tegasnya.

Penulis: Marteen Ronaldo Pakpahan
Editor: Abdul Qodir
Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved