Breaking News:

Masjid di Banten

Masjid Agung Masigit Serang Masih Pakai Istiwa', Jam Matahari Penunjuk Waktu Salat Zuhur dan Asar

Untuk memasuki ruangan utama, terdapat tiga pintu masuk dari barat dan dua pintu masuk dari sisi utara dan selatan.

TribunBanten.com/Mildaniati
Masjid Agung Masigit di Kampung Masigit, Kelurahan Masjid Priyayi, Kecamatan Kasemen, Kota Serang. 

Laporan Reporter TribunBanten.com, Mildaniati

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Jam matahari atau istiwa' masih dipakai sebagai penunjuk waktu salat di Masjid Agung Masigit di Kampung Masigit, Kelurahan Masjid Priyayi, Kecamatan Kasemen, Kota Serang.

Jam yang terletak di sisi utara halaman masjid itu terbuat dari semen dan keramik. 

Bentuknya bulat setinggi 49 sentimeter dilengkapi garis vertikal mengarah ke utara, selatan, timur, dan barat.

Ustaz Asip, guru mengaji Masjid Agung Masigit, mengatakan untuk menandakan masuknya waktu Salat Zuhur dan Asar dilihat lewat istiwa'.

Baca juga: Cerita Pemuda Asal Cimarga Lebak Bersih-bersih Lebih 52 Masjid, Bercita-cita Menjadi Anggota TNI

"Siang hari bayangan sudah melewati satu garis vertikal utara, itu menandakan masuknya waktu zuhur atau disebut gingsir," kata pria berusia 30 tahun ini kepada TribunBanten.com di Masjid Agung Masigit, Jumat (23/4/2021).

Istiwa' adalah media penanda masuknya waktu salat.

Namun jika hujan, biasanya menggunakan jam dinding. 

"Penggunaan istiwa' sudah ada sejak zaman dulu, tetapi tidak diketahui siapa penggagasnya," ucapnya. 

Baca juga: Anak-anak Ambil Air Gentong di Masjid Kampung Masigit Setelah Tabuhan Beduk pada Jumat Pertama

Bangunan Masjid Agung Masigit masih mempertahankan keasliannya.

Halaman
12
Editor: Agung Yulianto Wibowo
Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved