Breaking News:

Masjid di Banten

Masjid Agung Masigit Serang Masih Pakai Istiwa', Jam Matahari Penunjuk Waktu Salat Zuhur dan Asar

Untuk memasuki ruangan utama, terdapat tiga pintu masuk dari barat dan dua pintu masuk dari sisi utara dan selatan.

TribunBanten.com/Mildaniati
Masjid Agung Masigit di Kampung Masigit, Kelurahan Masjid Priyayi, Kecamatan Kasemen, Kota Serang. 

Untuk memasuki ruangan utama, terdapat tiga pintu masuk dari barat dan dua pintu masuk dari sisi utara dan selatan.

Bagian dalamnya terdapat mihrab dan mimbar serta tongkat kutbah dari besi bercabang dua bagian ujungnya. 

Pada serambi utara bangunan utama terdapat ruangan untuk menyimpan perkakas peninggalan masjid.

Pada bagian serambi selatan terdapat pintu masuk menuju ruangan segi empat berukuran 3X2 meter untuk ziarah dan riyadoh. 

Di pendopo masjid sisi barat terdapat kulah untuk wudu.

Jam istiwa' di Masjid Agung Masigit di Kampung Masigit, Kelurahan Masjid Priyayi, Kecamatan Kasemen, Kota Serang.
Jam istiwa' di Masjid Agung Masigit di Kampung Masigit, Kelurahan Masjid Priyayi, Kecamatan Kasemen, Kota Serang. (TribunBanten.com/Mildaniati)

Kadang airnya dibawa pengunjung karena dipercaya sebagai obat. 

H Mujahid, tokoh masyarakat setempat mengatakan di dekat masjid ini dimakamkan Ki Buyut Abu Mantu dan Abu Mertua dari Kesultanan Banten.

Selain itu, ada beberapa makam tetapi tidak jelas asal-usulnya. 

"Menurut cerita orangtua, dulu di sini tempat mukim keluarga bangsawan kesultanan Banten," kata pria berusia 61 tahun ini. 

Namun, dia tidak mengetahui kapan dan siapa yang membangun Masjid Agung Masigit.

Selama Ramadan, masjid ini hanya dipakai Salat Tarawih khusus pria.

Editor: Agung Yulianto Wibowo
Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved