Breaking News:

Dana Hibah Pesantren Disunat, Pendiri Banten Embay Mulya: Ada Yang Salah di Pemprov Banten

Ia pun menilai ada yang salah di Pemerintahan Provinsi Banten saat ini sehingga terjadi kasus korupsi pemotongan dana hibah ponpes ini.

Tribunbanten.com/Ahmad Tajudin
Tokoh pendiri Provinsi Banten KH Embay Mulya Syarief 

Laporan Wartawan TribunBanten.com Ahmad Tajudin

TRIBUNBANTEN.COM, KOTA SERANG - Kejaksaan Tinggi Banten menemukan adanya pidana korupsi berupa pemotongan dana hibah 150 pondok pesantren dari Pemprov Banten Tahun 2020 senilai Rp117.180.000.000.

Tiga orang ditetapkan sebagai tersangka karena diduga terlibat pemotongan dana hibah untuk ponpes tersebut.

Ketiganya adalah pihak swasta, ES; pegawai Harian Lepas (PHL) alias honorer di Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra), AG; dan pengurus salah satu Ponpes di Pandeglang, Tb AS.

Kasus korupsi terhadap dana hibah untuk lembaga pendidikan ilmu agama di Banten mengejutkan sejeumlah pihak, termasuk tokoh pendiri Provinsi Banten KH Embay Mulya Syarief.

"Kita prihatin yah, terhadap hal-hal yang mencoreng nama Provinsi Banten," ujar KH. Embay Mulya Syarief saat ditemui di Pendopo Gubernur Banten. Senin (26/4/2021).

Baca juga: Dana Hibah 150 Pesantren Disunat, Pengurus Ponpes dan Honorer Pemprov Banten Tersangka

Baca juga: Dana Hibah Pesantren Disunat, Swasta Tersangka, Pimpinan 150 Ponpes Diperiksa Kejati Banten

Jaksa penyidik Kejaksaan Tinggi Banten menahan pengurus pondok pesantren berinisial Tb AS dan PHL Biro Kesra Setda Provinsi Banten berinisial AG pada Kamis (22/4/2021). Keduanya diduga terlibat korupsi pemotongan dana hibah pondok pesantren dari Pemprov Banteb Tahun Anggaran 2021 senilai Rp117.180.000.000.
Jaksa penyidik Kejaksaan Tinggi Banten menahan pengurus pondok pesantren berinisial Tb AS dan PHL Biro Kesra Setda Provinsi Banten berinisial AG pada Kamis (22/4/2021). Keduanya diduga terlibat korupsi pemotongan dana hibah pondok pesantren dari Pemprov Banteb Tahun Anggaran 2021 senilai Rp117.180.000.000. (Dok. Kejati Banten)

Embay berharap agar aparat yang berwajib untuk menindak secara tegas kepada para pelaku pemotongan dana hibah ponpes.

"Para aparat tertinggi, termasuk Kapolda jangan ragu-ragu untuk menindak secara tegas para pelaku," ujarnya.

Embay meminta agar penegak hukum tidak tebang pilih maupun pandang bulu dalam menindak para pelaku korupsi.

"Kalau memang dia terbukti, maka ditindak tegas. Mudah-mudahan itu juga memberi efek jera," ucapnya.

Halaman
12
Penulis: Ahmad Tajudin
Editor: Abdul Qodir
Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved