Breaking News:

Penambangan Ilegal di Hutan Suku Baduy, Gubernur Banten Minta Penjelasan Bupati Lebak

Kini, Pemprov Banten pun menyerahkan tanggung jawab pengawasan hutan Gunung Liman tersebut ke Pemkab Lebak.

Setda Provinsi Banten
Gubernur Banten Wahidin Halim dalam Rapat Koordinasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan bersama Kantor Cabang Dinas (KCD) dan kepala sekolah SMAN dan SMKN wilayah Kota Tangerang dan Kota Tangerang SelatanĀ  di SMAN 2 Kota Tangerang, Jalan TMP Taruna, Kota Tangerang, Jumat (5/3/2021). 

Laporan wartawan Tribunbanten.com, Marteen Ronaldo Pakpahan

TRIBUNBANTEN.COM, LEBAK - Penambangan ilegal telah merusak hutan sakral Suku Baduy di Gunung Limun, Desa Cibarani, Kecamatan Cirinten, Kabupaten Lebak, Banten.

Bahkan, viral video seorang warga Baduy Dalam menangis mengetahui melihat kondisi hutan Gunung Liman yang dirusak para penambang emas liar.

Di tengah penyelidikan yang dilakukan Polda Banten terhadap kasus ini, justru pihak Pemerintah Provinsi Banten dan Pemerintah Kabupaten Lebak saling melempar tanggung jawab terhadap kelestarian hutan Gunung Liman.

Sebelumnya pihak Pemda Lebak menolak untuk disalahkan atas terjadinya aktivitas penambangan ilegal tersebut.

Kini, Pemprov Banten pun menyerahkan tanggung jawab pengawasan hutan Gunung Liman tersebut ke Pemkab Lebak.

   

Gurandil meninggalkan sisa lubang penambangan emas ilegal di Gunung Liman, Kabupaten Lebak, Banten
Gurandil meninggalkan sisa lubang penambangan emas ilegal di Gunung Liman, Kabupaten Lebak, Banten (Dok Desa Cibarani)

   

Gubernur Banten Wahidin Halim menjelaskan kejadian penambangan ilegal yang membuat hutan terlarang tersebut gundul sekitar 2 hektar karena minimnya pengawasan.

Dia pun meminta penjelasan Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya atas masalah ini.

Halaman
12
Penulis: Marteen Ronaldo Pakpahan
Editor: Abdul Qodir
Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved