Breaking News:

Gubernur WH Gelontorkan Dana Hibah Rp 10,3 Miliar, Ini Pesannya Setelah Ada Kasus Hibah Ponpes 

Wahidin mengaku prihatin dan sedih bahwa niat baiknya untuk memberikan bantuan ke pondok pesantren ternyata membawa masalah hukum.

Dok. Pemprov Banten
Gubernur Banten Wahidin Halim melakukan penyerahan secara sombolis Bantuan Hibah Gubernur Banten kepada Lembaga non-Pondok Pesantren senilai Rp10.310.000.000, di Rumah DInas Gubernur Banten, Kota Serang, Selasa (27/4/2021).  

TRIBUNBANTEN.COM - Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) berpesan kepada jajaran dan lembaga penerima bantuan hibah untuk menyampaikan amanah hibah dengan benar.

Hal itu diungkap Wahidun Halim usai menyaksikan Penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah yang dilanjutkan penyerahan secara sombolis Bantuan Hibah Gubernur Banten kepada Lembaga non-Pondok Pesantren senilai Rp10.310.000.000, di Rumah DInas Gubernur Banten, Kota Serang, Selasa (27/4/2021). 

"Saya sangat menjaga dan menghormati kiyai. Dengan adanya PHD (Perjanjian Hibah Daerah), sampaikan amanah ini dengan benar," ujar Wahidin, sebagaimana keterangan tertulis yang diterima TribunBanten.com.

"Kita harus mampu mengendalikan diri, khususnya di tengah menjalankan ibadah puasa seperti saat ini," tambahnya. 

Dalam kesempatan itu, Wahidin mengaku prihatin dan sedih bahwa niat baiknya untuk memberikan bantuan ke pondok pesantren ternyata membawa masalah hukum.

Baca juga: Dana Hibah Pesantren Disunat, Pendiri Banten Embay Mulya: Ada Yang Salah di Pemprov Banten

Baca juga: Dana Hibah 150 Pesantren Disunat, Pengurus Ponpes dan Honorer Pemprov Banten Tersangka

Padahal, sedianya bantuan atau insentif itu adalah sebagai bentuk penghargaan ponpes karena telah membangun dan mendidik masyarakat tanpa pamrih sejak zaman kemerdekaan.

Gubernur Banten Wahidin Halim menyaksikan Penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah di Rumah DInas Gubernur Banten, Kota Serang, Selasa (27/4/2021). 
Gubernur Banten Wahidin Halim menyaksikan Penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah di Rumah DInas Gubernur Banten, Kota Serang, Selasa (27/4/2021).  (Dok. Pemprov Banten)

Dikatakan, saat dirinya menjabat Walikota Tangerang, setiap tahun pihaknya memberikan bantuan atau insentif  ke ponpes, para guru ngaji, juga untuk para marbot.  

"Makanya saya optimis bantuan ini sampai kiyai dan memberikan manfaat. Mungkin karena jumlahnnya tidak sebanyak di sini. Itu yang membuat saya sedih," ujarnya.

"Janganlah uang yang diamanahkan ke kiyai dipotong. Jangan sampai terulang lagi. Tetap menjaga integritas, sampaikan amanah itu dengan benar," tambahnya.

Wahidin juga berpesan bantuan hibah harus dipertanggungjawabkan dan ada komitmen transparansi dan akuntabilitas dari lembaga penerima hibah.

Baca juga: FSPP Banten Dukun Kejati Banten Usut Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah Ponpes

Baca juga: Aparatur Desa di Pandeglang Potong BLT UMKM Rp 600 Ribu, Kepala Desa Kaget dan Janji Tindak Pelaku

Halaman
12
Penulis: Abdul Qodir
Editor: Abdul Qodir
Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved