Breaking News:

Qunutan: Tradisi Ketupatan di Pertengahan Hari ke-15 Ramadan, Sebagai Bentuk Ucapan Rasa Syukur

Pada umumnya masyarakat mulai sibuk membuat ketupat ketika mendekati Hari Raya Idul Fitri. Bagi sebagian masyarakat di Banten ada tradisi Qunutan

TribunBanten.com/Desi Purnamasari
Tradisi Kupat Qunutan warga Kabupaten Serang akan berlangsung esok hari, Selasa (27/4/2021) 

Laporan Wartawan TribunBanten.com Ahmad Tajudin

TRIBUNBANTEN.COM, KOTA SERANG - Pada umumnya masyarakat mulai sibuk membuat ketupat ketika mendekati Hari Raya Idul Fitri.

Namun, bagi sebagian masyarakat di Banten ada tradisi Qunutan atau Ngunut. Tradisi ini dilakukan ketika Ramadan memasuki hari ke-15.

Tradisi Qunutan itu sudah dipertahankan dari generasi ke generasi selama puluhan tahun.

Baca juga: Satlantas Polres Cilegon Sita 93 Knalpot Racing dan Delapan Motor Bodong Sepanjang Ramadan

Baca juga: Kumpulan Ucapan Menyambut Nuzulul Quran di Bulan Ramadan 2021, Lengkap dengan Amalan yang Dianjurkan

Ketua Pengurus Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Banten, Ahmad Nuri mengatakan tradisi Qunutan merupakan ucapan rasa syukur umat Islam sudah berpuasa selama 15 hari.

"Malam ke 15 ini, merupakan rasa syukur karena telah melampaui puasa hingga 15 hari," ujar Ahmad Nuri kepada TribunBanten.com saat ditemui di Kecamatan Curug, Kota Serang, Banten. Selasa (28/4/2021).

Dia menilai, malam hari ke-15 di bulan Ramadan merupakan malam yang sangat mulia.

Di mana pada malam itu, kata dia, umat beragama Islam berharap bisa mendapat syafaat dari hikmah bulan Ramadan.

Lantas mengapa di tradisi Kunutan identik membuat ketupat?

Dia menjelaskan, ketupat sebagai simbol dari pemersatu umat Islam dan sebagai bentuk rasa syukur.

Halaman
1234
Penulis: Ahmad Tajudin
Editor: Glery Lazuardi
Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved