Breaking News:

Masjid di Banten

Masjid Jami Al-Ijtihad, Tempat Pertemuan Ulama dan Kiai Banten Sebelum Pecah Peristiwa Geger Cilegon

Rapat dilakukan di beberapa tempat, di antaranya di Lempuyang Tanara dan pendopo Masjid Jami Al-Ijtihad di Kampung Gulaci

tribunbanten.com/mildaniati
Masjid Jami Al-Ijtihad di RT 09/03, Kampung Gulacir, Desa Sukabares, Kecamatan Waringin Kurung, Kabupaten Serang. 

Laporan Reporter TribunBanten.com, Mildaniati

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Asisten Residen Gobels merobohkan menara Masjid Jombang Wetan di Cilegon pada 1888.

Kebijakan kolonial Belanda di bidang ekonomi, sosial, keagamaan, dan politik merobohkan menara masjid karena terganggu suara azan.

Hal itu membuat kemarahan para ulama, kiai, dan masyarakat Banten.

Baca juga: Masjid Nur Abdilah di Anyer Kabupaten Serang, Bangunan Megah Rp 9 Miliar yang Menghadap Lautan Lepas

Muncullah gerakan untuk menyerang pemerintah kolonial Belanda.

Inilah awal mula terjadinya Peristiwa Geger Cilegon.

Ruang utama Masjid Jami Al-Ijtihad
Ruang utama Masjid Jami Al-Ijtihad (TribunBanten.com/Mildaniati)

Sekretaris Ikatan Putra Putri Nahdlatul Ulama (IPNU) Cabang Serang Agus Sumarto mengatakan Tb H Ismail menggelar pertemuan dengan para ulama di rumah KH Wasid di Cilegon.

"Rapat dilakukan di beberapa tempat, di antaranya di Lempuyang Tanara dan pendopo Masjid Jami Al-Ijtihad di Kampung Gulacir," ujarnya kepada TribunBanten.com di Masjid Jami Al-Ijtihad, Kabupaten Serang, Rabu (28/4/2021) siang.

Di Masjid Jami Al-Ijtihad, para ulama berkumpul pada malam hari dan menggunakan istilah manakiban, zikir, dan lainnya, untuk memanipulasi Belanda.

Masjid ini juga jadi tempat mengumpulkan senjata untuk menyerang Belanda.

Baca juga: Masjid Darul Falah Anyer Tetap Kokoh Diterjang Tsunami pada 1883, Arsitektur Jawa, Lampung, dan Cina

Halaman
123
Penulis: mildaniati
Editor: Agung Yulianto Wibowo
Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved