Breaking News:

Guru Besarnya Jadi Tersangka Dokumen Palsu, Berikut Klarifikasi Untirta soal Profesor Sudadio

Dian menegaskan Prof Dr Sudadio M Pd belum pernah meminta izin kepada rektor dalam rangka menjabat sebagai Ketua STIH.

Kompas Tv
Ilustrasi dokumen palsu 

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Seorang profesor, Prof Dr Sudadio M Pd, ditetapkan sebagai tersangka kasus pidana.

Profesor Sudadio bersama empat tersangka lainnya diduga melakukan pemalsuan dokumen perizinan operasional Universitas Painan Tangerang, yang mencatut nama Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim.

Belakangan diketahui, selain menjabat sebagai Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Painan Tangerang, Prof Dr Sudadio M Pd juga masih tercatat sebagai dosen dan Guru Besar di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) Serang, Banten.

Humas Untirta, ​​​​​​​​​Veronica Dian Faradisa, membenarkan Prof Dr Sudadio M Pd adalah dosen dan Guru Besar di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Untirta

"Kami mengakui Prof Dr Sudadio M Pd adalah dosen kami yang mengajar di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan dengan status sebagai Guru Besar," ujar Dian melalui keterangan resminya yang diterima TribunBanten.com, Sabtu (1/5/2021).

Baca juga: Untirta Terkejut Guru Besarnya Tersangka Kasus Pemalsuan Dokumen Universitas Painan Tangerang

Atas nama kampus, Dian menyatakan keprihatinannya, khususnya pada kasus yang menimpa Universitas Painan dan umumnya dunia pendidikan tinggi di Banten.  

"Untuk itu biarlah kasus ini sepenuhnya menjadi ranah pihak Kemendikbudristek dan penegak hukum dalampenyelesaiannya," tuturnya.

Prof Dr Sudadio M Pd (tengah)
Prof Dr Sudadio M Pd (tengah) (https://stih-painan.ac.id/)

Dian menegaskan Prof Dr Sudadio M Pd belum pernah meminta izin kepada rektor dalam rangka menjabat sebagai Ketua STIH.

Baca juga: Polresta Bandara Ungkap Kasus Pemalsuan Surat Kesehatan Swab PCR, Pelaku Ubah Keterangan Covid

Atas penjelasan tersebut, Dian berharap awak media mengkonfirmasi langsung kepada yang bersangkutan perihal kasusnya ini.

"Karena kasus ini tidak ada hubungannya sama sekali dengan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa," tukasnya.

Halaman
1234
Penulis: Abdul Qodir
Editor: Abdul Qodir
Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved