Breaking News:

News

Kenapa Masyarakat Indonesia Masih Percaya dengan Adanya Babi Ngepet? Ini Kata Pengamat

Isu babi ngepet karena kasus rekayasa yang dilakukan warga Depok masih marak diperbincangkan.

TribunJakarta/ Dwi Putra
Hoaks penemuan babi diduga jadi-jadiannya, dalangnya merupakan pria bernama Adam Ibrahim. 

TRIBUNBANTEN.COM - Isu babi ngepet karena kasus rekayasa yang dilakukan warga Depok masih marak diperbincangkan.

Melansir Tribunnews, Guru Besar Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Prof Dr H Bani Sudardi MHum, mengungkapkan alasan mengapa di era modern seperti sekarang ini, masyarakat masih percaya dengan adanya babi ngepet.

Bani mengatakan, babi ngepet merupakan bagian dari kebudayaan.

Karena dalam kebudayaan Indonesia, masyarakat memang masih mempercayai adanya takhayul.

Contohnya tentang takhayul babi ngepet yang sempat membuat heboh warga Kampung Bedahan, Sawangan, Depok, Jawa Barat.

Lebih lanjut, Bani menuturkan di era sekarang ini yang modern adalah zamannya saja.

Baca juga: Ternyata Ibu yang Tuding Tetangga Nganggur Banyak Duit Karena Babi Ngepet Itu Berprofesi Paranormal

Orang-orangnya masih saja memiliki jejak-jejak pemikiran tradisional.

"Ya karena ini bagian dari kebudayaan. Dalam kebudayaan masyarakat Indonesia hal-hal takhayul itu memang masih dipercaya, meskipun jaman sudah modern."

"Yang modern jamannya, tapi orangnya masih ada jejak-jejak tradisional seperti itu," kata Bani kepada Tribunnews.com, Jumat (30/4/2021).

Latar Belakang Pendidikan dan Ekonomi Juga Ikut Berpengaruh

Halaman
1234
Editor: Zuhirna Wulan Dilla
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved