Breaking News:

Hutan Sakral Baduy Dirusak Tambang Emas, Iti Octavia Jayabaya : Saya Merasa Gagal Sebagai Pemimpin

Aktivitas penambangan ilegal terjadi di wilayah Kabupaten Lebak, Banten. Penambangan ilegal itu berdampak buruk bagi lingkungan.

TribunBanten.com/Marteen Ronaldo Pakpahan
Bupati Lebak, Iti Jayabaya 

Laporan wartawan Tribunbanten.com, Marteen Ronaldo Pakpahan

TRIBUNBANTEN.COM, LEBAK - Aktivitas penambangan ilegal terjadi di wilayah Kabupaten Lebak, Banten. Penambangan ilegal itu berdampak buruk bagi lingkungan.

Terakhir, telah terjadi penambangan ilegal di Gunung Limun, Desa Cibarani, Kecamatan Cirenten, Kabupaten Lebak, Banten.

Bupati Lebak, Iti Octavia Jayabaya, mengatakan tidak melarang semua orang untuk berinvestasi di wilayah pemerintahannya.

Namun, dia meminta, para pengusaha  harus mematuhi aturan penambangan.

"Sedih, karena ini ketidakberhasilan saya sebagai pemimpin di Kabupaten Lebak. Jadi ini keterbatasan saya, karena tak bisa merangkul dan menyelesaikan semua," kata dia, saat ditemui di Hotel Puri Kayana, Serang, Banten, Minggu (2/5/2021).

Apabila ada permasalahan lingkungan, dia mengaku selalu dikambing hitamkan. Pihak Kementerian Lingkungan Hidup menanyakan mengenai masalah apa yang terjadi di wilayah kepada kepala daerah.

Untuk kawasan hutan lindung, kata dia,
menjadi kewenangan dari pemerintah pusat dan provinsi.
"Akan tetapi yang selalui diminta pertanggung jawaban selalu dari kami. Padahal untuk pengawasan saja tidak bisa dan bukan menjadi kewenangan kami," ujarnya.

Dia menilai kejadian di Gunung Liman karena posisi hutan sudah dikembalikan kepada pihak adat setempat.

Oleh karena itu, dia sempat meminta juklak juknisnya untuk mengatasi persoalan kepada Kementerian Lingkungan Hidup.

"Kita melihat ada oknum tertentu yang melakukan kontraktual untuk melakukan eksploitasi untuk pertambangan dan yang lainnya demi kepentingan diri sendiri," ujarnya.

Oleh karena itu, pada saat dikembalikan kewenangan hutan kepada pihak adat, ia berkomitmen Clear and Clean yang artinya hutan tersebut diperuntukan untuk masyarakat.

"Kalau saya tidak pernah mengizinkan itu. Oleh karena itu mari kita jaga alam maka alam akan jaga kita juga. Kalau sekarang banyak bencana karena kita tidak menjaga alam. Jadi boleh kita mengais rejeki tetapi alam juga butuh ekosistem untuk hidup," sambungnya.

Ia mengutuk penambangan ilegal yang dilakukan secara terus menerus.

Dia mengaku menyerahkan semua kepada pihak aparat penegak hukum setempat untuk diproses.

Penulis: Marteen Ronaldo Pakpahan
Editor: Glery Lazuardi
Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved