Breaking News:

Viral Ibu Hamil Ditandu Pakai Sarung Melintasi Jalan Rusak, DPRD Soroti Kinerja Pemkab Pandeglang

ditetapkannya Pandeglang sebagai daerah tertinggal pada 2019 lalu, rupanya di sisi lain permasalahan ibu hamil dan orang sakit ditandu

Penulis: Rizki Asdiarman | Editor: Yudhi Maulana A
Instagram @infobanten
Ibu hamil bernama Enah warga Kampung Lebakgedong, Desa Sindangresmi, Kecamatan Sindangresmi, Kabupaten Pandeglang yang di tanduh melintasi jalan setapak pada Sabtu (1/5/2021) sekitar pukul 13.24 wib. 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Rizki Asdiarman

TRIBUNBANTEN.COM  - Anggota DPRD Kabupaten Pandeglang dari Fraksi Golkar, Agus Khotibul Umam menyoroti kinerja Pemerintahan Kabupaten Pandeglang menyusul sejumlah persoalan yang muncul di masyarakat dalam waktu yang berdekatan.

Agus menilai, lepas dari ditetapkannya Pandeglang sebagai daerah tertinggal pada 2019 lalu, rupanya di sisi lain permasalahan ibu hamil dan orang sakit ditandu akibat kondisi jalan yang rusak dan tidak bisa dilalui kendaraan Roda empat masih memberikan bayangan.

"Sebenarnya ini sebuah permasalahan yang kerap terjadi di Kabupaten Pandeglang, yang selama ini tidak tersoroti oleh Pemerintah Daerah," jelasnya saat dihubungi pada Minggu (2/05/2021).

Permasalahan itu disampaikan Agus menyusul viralnya video seorang ibu hamil yang ditandu dengan sarung untuk melahirkan di puskesmas, lantaran akses jalan yang sulit dilalui di Kampung Cigelam RT 17/04 Desa Sindangresmi, Kecamatan Sindangresmi, Kabupaten Pandeglang, pada Sabtu (1/5/2021).

Dirinya menilai, permasalahan seperti ini mestinya menjadi perhatian pemerintah bahwa pelayanan pada masyarakat itu harus menjadi prioritas.

Baca juga: Ikut Demo Buruh Bareng, Istri Histeris Suaminya Ditangkap Polisi: Itu Suami Saya Pak

"Kita terus mendesak Pemerintah Kabupaten Pandeglang untuk segera memenuhi pelayanan dasar masyarakat terutama akses kesehatan yang mudah," tegasnya.

Dirinya sangat menyayangkan untuk masyarakat yang tinggalnya di daerah terpencil dengan akses jalannya rusak dan tidak bisa dilalui kendaraan roda empat tentunya menghambat akses masyarakat memperoleh kesehatan dan menghambat roda perekonomian warga.

"Alhasil warga yang tinggal di daerah tersebut harus berjibaku melintasi jalan yang aksesnya sangat tidak mendukung, yang berpengaruh pada Pendidikan, perekonomian dan sektor kesehatan di sana" Jelasnya.

Hal ini, kata dia harus menjadi catatan pemerintah daerah ke depannya.

Baca juga: Nyenyore Ala Komunitas Rumah Dunia, Peserta dan Pemenang Lomba Dapat Kado Lebaran

"Agar insfrasktur dan kesehatan menjadi skala prioritas dan insyaallah dalam waktu dekat saya akan agendakan untuk mengecek langsung kondisi jalan disana," katanya.

Diberitakan sebelumnya, beredar di sosial media, foto seorang ibu hamil di Pandeglang, Banten ditandu menggunakan bambu dan sarung melewati jalan setapak yang rusak.

Wanita bernama Enah (40) warga Kampung Kampung Cigelam RT 17/04 Desa Sindangresmi, Kecamatan Sindangresmi, Kabupaten Pandeglang ditandu melintasi jalan setapak yang rusak pada Sabtu (1/5/2021) sekitar pukul 13.24 wib.

Hal serupa juga terjadi di Kampung Lebak Jeruk RT 03/03, Desa Pasir Lancar, Kecamatan Sindangresmi, Kabupaten Pandeglang pada 20 April 2021 lalu.

Wanita bernama Karlina (25), harus berjuang melintasi akses jalan yang rusak untuk dapat melangsungkan persalinan.

Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved