Breaking News:

Sate Beracun Berujung Maut

Dua Bukti Ini Jadi Kunci Penangkapan Wanita Pengirim Sate Beracun, Siapkan Sianida dari 3 Bulan Lalu

Polisi mengungkapkan adanya dua bukti yang menjadi kunci utama keberhasilan penangkapan wanita pengirim sate beracun di Bantul, Yogyakarta.

Penulis: Zuhirna Wulan Dilla | Editor: Yudhi Maulana A
KOMPAS.COM/MARKUS YUWONO
Tersangka Pengiriman Sate NA di Mapolres Bantul Senin (3/5/2021) 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Zuhirna Wulan Dilla

TRIBUNBANTEN.COM - Polisi mengungkapkan adanya dua bukti yang menjadi kunci utama keberhasilan penangkapan wanita pengirim sate beracun di Bantul, Yogyakarta.

Berdasarkan informasi dari TribunJogja.com, Direskrimum Polda DIY, Kombes Pol Burkhan Rudy Satria mengatakan dua bukti yang menjadi kunci penting penelusuran tersangka adalah bungkus sate dan jaket.

Menurut Burkhan bungkus sate itu tidak asing bagi pihaknya sehingga mereka melakukan penelusuran ke penjual.

"Dari bungkusnya kami bisa tahu belinya dimana. Kemudian bungkus lontongnya juga berbeda, seperti lopis. Jadi kami tahu belinya di mana. Kemudian kami telusuri," ujar Burkhan.

Selain bungkus sate, bukti lainnya adalah jaket yang digunakan tersangka pada hari di mana ia memberikan paket makanan itu ke sopir ojek online.

Namun jaket berwarna krem itu telah dibuang oleh tersangka di tempat sampah.

Baca juga: Ditinggal Nikah Jadi Motif Wanita Ini Kirim Sate Beracun ke Polisi, Sianida Dibeli Online

Meskipun pihaknya tak menemukan jaket tersebut, petugas berhasil mendapati sejumlah barang bukti lainnya.

Barang bukti yang diamankan antara lain dua buah motor, helm berwarna merah, sandal jepit, enam tusuk sate, lontong yang sudah bercampur sambal kacang, agar-agar, resoles, pastel, mata kebo, kue pisang, dan uang Rp 30.000.

"Kami belum bisa menemukan sianida yang digunakan untuk meracuni makanan," kata Burkhan.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved