Breaking News:

Larangan Mudik, Bagaimana Persiapan Pengaturan Arus Lalu Lintas di Banten? Ini Kata Kadishub

Pemerintah pusat mulai memberlakukan larangan mudik Lebaran pada 6 hingga 17 Mei 2021.

TribunBanten.com/Khairul Ma'arif
Suasana di Pelabuhan Merak, Minggu (2/5/2021) jelang dini hari ramai dipenuhi pemudik 

Laporan Wartawan TribunBanten.com Ahmad Tajudin

TRIBUNBANTEN.COM, KOTA SERANG - Pemerintah pusat mulai memberlakukan larangan mudik Lebaran pada 6 hingga 17 Mei 2021.

Bagaimana persiapan pihak Dinas Perhubungan Provinsi Banten jelang pemberlakuan larangan mudik Lebaran?

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Banten Tri Nurtopo mengatakan pihaknya masih berkoordinasi dengan Polri sebagai lembaga yang berwenang untuk pengamanan dan pengaturan arus lalu lintas.

Pihaknya menempatkan posko pemeriksaan atau check point di 18 titik. Nantinya, posko itu akan bergabung dengan titik lokasi penyekatan yang dibuat pihak Polda Banten.

"Kita leading sector polisi, jadi dalam pembuatan pos kami akan gabung di situ," ujar Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Banten Tri Nurtopo kepada TribunBanten.com saat dihubungi, Senin (3/5/2021).

Baca juga: Mendagri Minta Pemerintah Pusat dan Daerah Kompak Tentang Larangan Mudik : Perlu Keserantakan

Baca juga: Jelang Larangan Mudik Lebaran 2021, Penumpang AKAP Meningkat di Jabodetabek

Pihaknya juga sudah membagi tugas dengan pihak Dishub yang ada di 8 Kabupaten/Kota di wilayah Banten.

Kecuali titik penyekatan di kawasan wisata Anyer. Hal ini, karena kata dia, untuk di Anyer leading sector ada di Dishub Provinsi Banten.

Selama periode larangan mudik, kata dia, terminal tipe A angkutan antar kota antar propinsi (AKAP) akan ditutup.

Untuk itu, dia mengimbau, kepada warga agar tidak mudik Lebaran.

"Kalau bisa jangan mudik, kan sudah dilarang. Nanti repot sendiri di lapangan," ujarnya.

Baca juga: Larangan Mudik 2021, Wali Kota Tangerang: Silaturahmi Lebaran secara Virtual Gunakan Handphone

Baca juga: Pemkab Lebak Izinkan Warganya Mudik Lokal dan Wisata di Banten, Kecuali Tangerang Raya

Hanya saja, dia menambahkan, ada sejumlah pengecualian perjalanan orang selama periode larangan mudik tersebut.

Yaitu orang-orang yang menderita sakit, melakukan dinas kerja, anggota keluarga meninggal dunia dan lain sebagainya.

Penulis: Ahmad Tajudin
Editor: Glery Lazuardi
Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved