Breaking News:

Reni Safitri, Anak Buruh Pabrik Asal Serang Dapat Beasiswa Kedokteran Untirta Tanpa Tes

Reni Safitri, perempuan asal Desa Jeruk Tipis, kecamatan keragilan, Kabupaten Serang, Banten berhasil lolos beasiswa kedokteran Untirta

TribunBanten.com/Desi Purnamasari
Reni Safitri, gadis asal Kampung Cikopeah, Desa Jeruk Tipis, kecamatan keragilan, Kabupaten Serang, Banten. Berhasil lolos beasiswa kedokteran Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Desi Purnamasari

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Reni Safitri, perempuan asal Kampung Cikopeah, Desa Jeruk Tipis, kecamatan keragilan, Kabupaten Serang, Banten berhasil lolos beasiswa kedokteran Universitas Sultan Ageng Tirtayasa.

Siang itu sekitar pukul 15.00 WIB, Reni hadir di Pendopo Bupati Serang didampingi dengan kedua orangtuanya memenuhi undangan Ratu Tatu Chasanah.

Dengan mengenakan baju berwarna merah bata dan kerudung cokelat, Reni bercerita dirinya memang sudah bercita-cita menjadi seorang dokter sejak kecil.

"Alhamdulillah, dengan usaha dan doa bisa keterima di Untirta," ujarnya kepada TribunBanten.com, Senin (3/4/2021).

Perempuan berusia 17 tahun tersebut menuturkan dirinya mengikuti jalur undangan, yakin tahap seleksi tanpa tes yang dilihat melalui nilai rapot.

Reni sebelumnya adalah lulusan Pondok Pesantren Daarul Ahsan, dan selama sekolah ia selalu memiliki nilai yang baik.

Baca juga: Guru Besarnya Jadi Tersangka Dokumen Palsu, Berikut Klarifikasi Untirta soal Profesor Sudadio

"Untuk nilai alhamdulillah baik dan intinya memang harus giat dan rajin belajar," ucapnya.

Reni bercerita bahwa keinginannya menjadi seorang dokter karena melihat keadaan lingkungan sekitarnya yang masih kurang perduli terhadap pola hidup sehat.

"Pengen mengabdi di kepada masyarakat terutama di desa saya sendiri, agar lebih terjamin kesehatannya," ucap anak pertama dari tiga bersaudara tersebut.

Reni pun mengucapkan bersyukur dan banyak berterima kasih atas apa yang didapatnya saat ini.

Baca juga: Keren! Untirta Raih Peringkat ke-1 di Indonesia Bidang Fisika dan Astronomi versi Scimago 2021

"Alhamdulillah biasa dapet beasiswa, karena untuk biaya sendiri belum ada biayanya," ucapnya.

Perempuan kelahiran Serang, 6 November 2003 tersebut menuturkan akan memberikan yang terbaik untuk orangtuanya yang senantiasa mendukung dan medoakannya.

Sang ayah, Sarbini merupakan seorang buruh pabrik di Keragilan, dan ibunya, Siti Mukoimah adalah ibu rumah tangga.

"Bersyukur dan banyak-banyak terimakasih bisa diberikan kesempatan bagi anak saya menempuh ke jejang pendidikan yang lebih tinggi," kata Siti Mukoimah ibunda dari Reni.

Penulis: desi purnamasari
Editor: Yudhi Maulana A
Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved