Breaking News:

Dua Ibu Hamil Ditandu Sarung Saat ke Puskesmas Hingga Bayi Meninggal, Kadinkes Pandeglang Menghilang

Tak tampak Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pandeglang Raden Dewi Setiani maupun pejabat di kantor dinas tersebut.

Instagram @infobanten
Ibu hamil bernama Enah warga Kampung Lebakgedong, Desa Sindangresmi, Kecamatan Sindangresmi, Kabupaten Pandeglang yang di tanduh melintasi jalan setapak pada Sabtu (1/5/2021) sekitar pukul 13.24 wib. 

Ia mengaku sangat cemas dan gundah gulana sepanjang jalan ke puskesmas. Namun, pada yang sama, dirinya hanya bisa memasrahkan kepada Tuhan akan nasib dirinya dan bayi di kandungannya.

"Takut, karena itu juga dibawa menggunakan bambu yang beralaskan sarung tiga lapis supaya tidak jatuh dan takut melahirkan di jalan juga," ungkapnya.

Baca juga: Ibu Hamil Ditandu Sarung Karena Jalan Rusak, Bupati Tunggu Covid-19 Hilang Infrastruktur Dibangun

Setelah ditandu dengan sarung sejauh 4 kilometer selama kurang dua jam, akhirnya ia dan warga sampai di puskesmas untuk menjalani persalinan.

Lina saat ini mengaku sangat bersyukur dapat melahirkan bayi berjenis kelamin perempuan dengan selamat kendati harus melalui proses yang berat.

Lina melahirkan bayi perempuan dengan 3,2 kilogram dengan kondisi sehat yang diberi nama Diana Rahmawati. 

Kepala Desa Sindangresmi, Darmain Karna saat ditemui mengatakan kejadian seperti ini bukan kali pertama terjadi di wilayahnya.

Setidaknya, sudah ada tiga ibu hamil yang juga ditandu dengan kain sarung agar bisa melakukan persalinan di puskesmas setempat.

"Sudah sering di sini, kenadalanya karena faktor jarak yang jauh dan kondisi jalan yang buruk membuat masyarakat jadi melakukan tindakan seperti itu," katanya.

   

Kisah Enah Ditandu Sarung Hingga Terjatuh, Bayi Kembarnya Meninggal

Enah (39) harus ditandu ke Puskesmas Sindangresmi, Kabupaten Pandeglang saat hendak melahirkan lantaran akses jalan ke rumahnya tidak bisa dilalui kendaraan roda empat, Sabtu (1/5/2021).
Enah (39) harus ditandu ke Puskesmas Sindangresmi, Kabupaten Pandeglang saat hendak melahirkan lantaran akses jalan ke rumahnya tidak bisa dilalui kendaraan roda empat, Sabtu (1/5/2021). (Dok. Istimewa/Ahmad Muhtadin)

Tidak lama setelah viralnya kisah Nina Karlina akan melahirkan, muncul lagi foto dan video yang menampilkan perjalanan ibu hamil bernama Enah (39) yang ditandu dengan sarung oleh warga, juga karena jalan rusak.

Bahkan, kali ini ibu hamil itu sempat terjatuh hingga akhirnya bayi kembar yang dilahirkannya dinyatakan meninggal dunia.

Enah sebelumnya harus berjuang ke puskesmas untuk melahirkan, di perjalanan dia sempat terjatuh saat ditandu karena akses jalan yang rusak.

Rasa sakit harus dia tahan sepanjang jalan menuju ke puskesmas melalui upaya ditandu menggunakan sarung dan bilah kayu.

Peristiwa tersebut terjadi di Kampung Lebakgedong, Desa Sindangresmi, Kecamatan Sindangresmi, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, Sabtu (1/5/2021).

Kisah Enah berawal saat ia merasakan sakit luar biasa di kandungannya yang berusia menjelang 7 bulan pada Sabtu siang.

Enah harus dibawa ke puskesmas untuk mendapatkan pertolongan. Sayangnya akses dari rumah Enah ke puskesmas hanya jalan setapak. Sehingga warga setempat berinisiatif membawa Enah dengan tandu.

"Sekitar dua kilometer jalan kaki lewat jalan setapak, 8 orang gotong pake tandu bergantian," kata Ahmad Muhtadin tetangga Enah kepada Kompas.com melalui sambungan telepon, Minggu (2/5/2021). \

Karena medan jalan hanya berupa tanah dan licin bekas hujan, harus ekstra hati-hati membawa Enah yang tengah hamil.

Sayangnya di tengah perjalanan Enah sempat terjatuh karena alat tandu yang tidak stabil karena jalan licin.

Baca juga: PUPR Pandeglang Akan Perbaiki 3 Jalan Rusak dan 3 Jembatan Gantung di Daerah Pelosok Tahun Ini

Setelah 2 kilometer menempuh jalan setapak, Enah kemudian diangkut menggunakan kendaraan roda empat ke puskesmas.

Melalui foto dan video yang dibagikan oleh Ahmad Muhtadin di akun Facebooknya, tergambar wajah kesakitan Enah, baik saat ditandu maupun ketika di dalam mobil.

Enah terekam terus menerus memegang perutnya.

Di Puskesmas Sindangresmi Enah kemudian melahirkan bayi kembar. Satu bayi meninggal saat masih dalam kandungan, sementara satu bayi lainnya usianya hanya bertahan enam menit.

"Dua-duanya meninggal, kondisi Bu Enah juga sempat memburuk saat tahu bayi kembarnya meninggal, Alhamdulillah sekarang sudah baikan, sudah pulang lagi ke rumah," kata Muhtadin.

Muhtadin bercerita, dalam rentang satu bulan ini setidaknya ada dua kasus serupa di desa yang berdekatan.

Sebelumnya ibu hamil dari Desa Pasir Lancar, Sindangresmi, juga ditandu saat hendak melahirkan ke puskesmas.

Kasus pasien ditandu, kata Muhtadin, sudah berulang kali terjadi di kampungnya.

Penyebabnya adalah karena akses jalan yang tidak memadai, baik karena rusak atau memang tidak bisa dilalui kendaraan roda empat.

Dirinya berharap, pihak pemerintah turun langsung mengecek kondisi desanya dan segera membangun jalan yang lebih layak.

Penulis: Marteen Ronaldo Pakpahan
Editor: Abdul Qodir
Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved