Breaking News:

Diserang Warganet Hingga Didemo, Pengamat: Pemkab Pandeglang Krisis Komunikasi

Menurutnya, sebagai pelayan publik sudah seharusnya menjaga perilaku dan pernyataan atas suatu kejadian ke publik agar tidak menimbulkan multitafsir

Instagram @infobanten
Ibu hamil bernama Enah warga Kampung Lebakgedong, Desa Sindangresmi, Kecamatan Sindangresmi, Kabupaten Pandeglang yang di tanduh melintasi jalan setapak pada Sabtu (1/5/2021) sekitar pukul 13.24 wib. 

Laporan wartawan TribunBanten.com, Marteen Ronaldo Pakpahan


TRIBUNBANTEN.COM, PANDEGLANG
- Warganet ramai-ramai menyerang akun Instagram Dinkes Pandeglang, @Dinkes_Pandeglang, hingga mahasiswa dan warga mendemo kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Pandeglang pada Kamis (6/5/2021).

Penyebabnya, lantaran akun Instagram Dinkes Pandeglang, @Dinkes_Pandeglang mengunggah foto Ibu Enah (39) yang ditandu warga saat hendak melahirkan karena jalan rusak dengan disertai pernyataan yang dinilai kurang pantas dan pembohongan publik.

Admin akun Instagram di foto tersebut menyebutkan bahwa saat itu aparatur desa dan warga tengah melestarikan budaya gotong-royong. Padahal, faktanya tidak demikian.

Padahal, saat itu memang keluarga bersama warga tengah menandu Ibu Enah melawati jalan perkebunan saat hendak melahirkan ke puskesmas karena jalan desa rusak dan tidak bisa dilalui kendaraan. 

Pengamat Kebijakan Publik Universitas Mathlaul Anwar Banten, Eko Supriatno menilai "serangan" dari warganet hingga demo itu merupakan dampak buruknya etika dan pola komunikasi pihak Dinkes Kabupaten Pandeglang.

Baca juga: Dinkes Pandeglang Didemo Warga dan Mahasiswa Gara-gara Unggahan Ibu Hamil Ditandu di Medsos

Menurutnya, sebagai pelayan publik sudah seharusnya menjaga perilaku dan pernyataan atas suatu kejadian ke publik agar tidak menimbulkan multitafsir dan gejolak di masyarakat.

"Kasus ini adalah sebuah cermin betapa buruknya etika berkomunikasi Pemkab Pandeglang, terkhusus di tengah krisis Covid-19, yang akhirnya opini publik, termasuk netizen berkembang dan mereka membuktikan bahwa narasi pemerintah selama ini dalam menyampaikan kebijakan apapun belum sepenuhnya dipahami oleh publik," ujarnya saat dihubungi, Kamis (6/5/2021).

Viral foto seorang ibu hamil di Pandeglang, Banten yang ingin melahirkan terpaksa ditandu karena jalanan rusak berat
Viral foto seorang ibu hamil di Pandeglang, Banten yang ingin melahirkan terpaksa ditandu karena jalanan rusak berat (Facebook Muhtadin)

Menurutnya, pihak Pemkab seharusnya membangun narasi yang kuat dan mencari citra yang baik di masyarakat yang saat ini mengalami dan terdampak pandemi Covid-19.

Baca juga: Dua Ibu Hamil Ditandu Sarung Saat ke Puskesmas Hingga Bayi Meninggal, Kadinkes Pandeglang Menghilang

Namun, pola komunikasi ke publik itu justru tidak dilakukan pihak Pemkab Pandeglang.

Ia menyarankan Pemkab agar menghadapi kondisi atau suatu kejadian dengan intuisi yang mudah dimengerti masyarakat.

"Kegagalan komunikasi dapat memperburuk keadaan dan mempersulit pemerintah menangani krisis. Tak jarang di tengah krisis bakal muncul masalah baru, yakni krisis komunikasi. Pesan semestinya disampaikan dengan bahasa yang dipahami semua pihak secara universal," tegasnya.

Penulis: Marteen Ronaldo Pakpahan
Editor: Abdul Qodir
Sumber: Tribun Banten
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved